Rabu, 21 Agustus 2013

Random Post: Karakterku Pilih Buku

Halo! Ini adalah salah satu postingan yang kulabeli dengan kategori random. Seperti yang sebelumnya juga sudah pernah, random ini tentang buku juga. Kali ini aku pengen nge-share karakteristik pemilihan buku kalau aku ke toko buku atau pengen beli buku.


  1. Satu bulan sekali. Yup, biasanya sih aku beli buku satu bulan sekali, minimal satu buku. Maksimal, yah, tergantung ada berapa duit yang dipunya. hehehee... Tapi biasanya aku cuma beli dua buku kalau lagi bener-bener punya duit. Mungkin juga satu buku bukan untukku, tapi untuk hadiah.
  2. Membuat daftar buku. Daftar buku yang kupunya ada bermacam-macam. Ada buku yang 'harus' dibeli atau 'harus' punya, ada daftar buku yang sekedar pengen dibaca aja. Buku yang cuma dibaca aja bisa diperoleh dengan cara minjem (^_^).
  3. Mengantongi daftar buku yang pengen dibeli. Nah, daftar buku yang harus dibeli itu harus dibawa waktu mau beli buku. Itu jadi prioritas utama buat nyari buku itu di mesin pencari di toko buku. Kalau nggak ada ya yang ada di daftar itu selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya, sampai menemukan paling nggak satu buku aja yang ada di toko. Trus dibeli deh...
  4. Langsung ke rak novel misteri. Yah, aku memang penggemar genre misteri sejak dari dulu (entah kapan...). Jadi, kalaupun udah ada buku inceran (yang biasanya juga bergenre misteri) pasti menyempatkan diri melongok ke rak misteri buat referensi kira-kira buku mana yang bagus dibaca (^_^).
  5. Pilih buku yang bagus. Ini sudah jelas. Walaupun judul buku inceran udah dapet, dicek dulu kondisi bukunya. Untuk buku baru pilih yang masih tersegel dan nggak rusak. Buku baru inceran biasanya aku nggak mempedulikan cover, yang penting itu buku inceran dan aku dapet, titik.
  6. Ke bagian buku-buku diskon. Ini tujuan kedua setelah rak misteri di toko buku. Biasanya bisa dapet buku bagus disini dengan harga murah. Pernah iseng-iseng beli buku yang kayaknya bagus dan ternyata emang bagus di bagian diskon ini. Beruntung banget bisa dapet buku bagus dengan harga murah. Karena itulah, spot ini tak terlewatkan. Kalau buku diskon biasanya yang dilihat pertama adalah cover, sebab biasanya di bagian diskon tidak ada mesin pencari, jadi harus nyari sendiri. Kalau dapet buku inceran di bagian diskon, wah, beruntung banget!
  7. Jalan-jalan ke rak-rak lain. Jelas, mumpung ke toko buku, puas-puaskan melihat-lihat buku walaupun ujung-ujungnya keluar toko dengan mupeng. Tujuan jalan muter-muter toko adalah untuk mencari referensi buku-buku yang cocok untuk hadiah atau kado. Biasanya keluargaku sering ngasih kado berupa buku ke anggota keluarga yang ulang tahun. Tentu aku harus mempelajari genre favorit bacaan keluargaku kalo mau ngasih kado yang berkesan buat mereka (^_^).
  8. Sampul buku? Tentative. Nggak semua buku mau aku sampulin di tokonya yang biasanya menyediakan jasa penyampulan. Biasanya sih dilihat dulu kondisinya, kalau sampulnya bayar ya, mending disampul sendiri di rumah. Kalau gratis dan punya waktu buat nungguin disampul ya, okelah. Tapi kalau pas dibeli nggak disampul jarang sampai rumah terus disampul. hehehee...
  9. Belum pernah belanja buku online. Selain memang belum pengalaman, banyak hal yang masih membuatku ragu buat beli buku online, terutama tentang pengiriman dan: kalau bisa beli buku di toko kenapa harus online? Memang sih, buku-buku inceranku masih gampang dicari di toko, tapi kalau udah nggak bisa dicari di toko, mungkin suatu saat nanti harus beli online.
  10. Menabung. Well, itulah yang kulakukan supaya bisa beli buku paling nggak satu bulan satu buku. Biasanya pun kalau satu bulan satu buku cuma bisa beli buku dengan harga dibawah 100K. Kalau pengen beli buku diatas 100K harus menunggu beberapa bulan dan harus puas dengan mencari 'tebengan' bacaan. hahahaa...
So, what's your experience of your 'bookish' characteristics? Share them!
Selamat mojok dan 'moco' buku!
@mahdiyanti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...