Kamis, 13 November 2014

Scene on Three #7


Scene on Three #7

I’ve just read a teary story about World War II (Burial in the Cloud by Hiroyuki Agawa) and I catch a scene which left me with deep thought. Check this out:

“Incidentally, it seems children these days are brought up precious, a whole pack of junior scientist and junior nationalist. Well, adults have to stop building an artificial world for their children. Kids should never be deprived of the chance to wallow in the mud and climb trees. They need their butterflies, their mountains, and rivers. Let our generation die off, and let the coming generation enjoy a new and auspicious era, an era of real liberty and prosperity.” –p.157


I found this scene interesting, because it is simple yet somehow deep. This scene is written by a special attack soldier whose duty to die serving his country. He actually made a mark by writing this, that his dying should make a better changing to this world.

Want to share another thoughtful scene:
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31). 
This scene is dedicated to November 10th event: "Heroes Commemoration Day / Hari Pahlawan" in Indonesia. May God bless their soul and their sacrifice for this country.

@mahdiyanti

6 komentar:

  1. iya yaa.. kalau dipikir2 sekarang ini dunia serasa 'menyempit' hanya selebar layar kompie or hp semata XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee.. jadi, mari jalan-jalan, mendaki gunung, mengarungi sungai, dan mengejar kupu-kupu *halah*.. wkwkwk

      Hapus
  2. Mungkin bukan salah teknologi, atau teknologi bisa juga salah tapi tak sepenuhnya. Seperti dalam quote sendiri, orangtua punya andil yang besar dalam hal ini. Pemberian itu mungkin tidak bermaksud buruk, para orangtua mungkin ingin anak-anaknya merasakan kemudahan, kenyamanan dan akibat-akibat apa saja yang ditimbulkan produk teknologi. Yang jadi masalah adalah ketika sudah mudah dan nyaman, ketika ada binatang digital yang bisa "dikasih makan", ketika ada banyak foto yang mempertontonkan keindahan, untuk apa bersusah payah lagi?

    Yak, dan komentarku panjang dan serius :)))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, that's right! semua memang punya andil, ya orang tua, ya anaknya sendiri, ya lingkungannya..

      hahaa, jangan dianggap guyon.. *lhoh* peace v(^_^)

      Hapus
  3. Iya, memang naluri orang tua itu melindungi sih, kadang ga semudah itu melepaskan, mungkin justru anak2nya sendiri yg harus melepaskan diri *mikir

    BalasHapus
    Balasan
    1. butuh komunikasi dua arah, orang tua-anak dan anak-orang tua, jadi orang tua tahu apa yang terbaik buat anak dan apa yang anak inginkan, dan juga anak tahu apa yang orang tua harapkan :)

      banyak banget manfaatnya scene on three ini mba, jadi bikin mikir kan.. hehehee :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...