Minggu, 23 November 2014

Scene on Three #8



Scene on Three #8

Selalu ada scene cantik untuk dibagikan kalau baca buku bagus. Kali ini, ada scene dari Uhu (Hoot) by Carl Hiaasen yang meraih Newberry Honor tahun 2003. (Reviewnya akan di-posting waktu jadwal Posting Bareng Blogger Buku Indonesia)


“Bagaimana kalau Dad dan Mom yang mengalaminya?” desak Roy, “bagaimana kalau sekelompok orang asing muncul suatu hari dengan membawa buldoser untuk meratakan rumah ini? Dan mereka hanya mengatakan ‘Jangan khawatir, Mr. dan Mrs. Eberhardt, ini bukan masalah besar. Anda hanya perlu berkemas-kemas dan pindah ke tempat lain.’ Bagaimana perasaan Dad kalau begitu?”



Dalam scene ini, Roy sedang frustasi menjelaskan kepada ayahnya nasib burung hantu yang sarangnya akan diratakan pekerja konstruksi. Penggambarannya bikin aku cukup terguncang waktu membacanya. Ni anak cerdas juga, padahal masih SMP. Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, jelas aku langsung bungkam seketika dan gelagepan. Aku nggak bakal bisa ngelawan. Malah, aku nanti justru akan memberikan bantuan. Hehehee… Roy kecil-kecil udah kelihatan bakatnya jadi provokator *eh* pengacara :-P

Ada scene inspiratif dari buku yang mau dibagi? Posting aja...
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31). 
Mungkin scene yang kamu bagi bisa menginspirasi orang lain lhoo... (^_^)
@mahdiyanti

2 komentar:

  1. baca 'scene' di atas gua kok malah kebayang orang2 yang rumahnya mengalami penggusuran ya? emang sih mereka menempati lahan yang bukan milik mereka, but still.. setelah puluhan tahun tinggal di sana lalu sekarang mau ngga mau 'dipaksa' pergi sementara ngga ada tempat yang dituju.. hmm.. ngga kebayang gimana rasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, emang mirip banget. kerennya, Roy yg masih SMP bisa ngerti gimana rasanya jadi si burung hantu yang digusur itu pake kata2nya sendiri yang 'ngena' banget. bedanya kalau penggusuran kan karena yang nempatin emang ngga punya hak, makanya digusur. kalau disini, yang mau gusur yang ngga punya hak, soalnya si burung hantu kan 'native' di situ...

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...