Rabu, 06 Mei 2015

Tengkorak Berbisik - The Whispering Skull by Jonathan Stroud



Judul: Tengkorak Berbisik
Judul Asli: The Whispering Skull
Penulis: Jonathan Stroud (2014)
Alih Bahasa: Poppy D. Chusfani
Editor: Primadona Angela
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2015)
Edisi Bahasa Indonesia, Softcover, 488 hlm.

“Yah, satu korban pembunuhan, satu interogasi dengan polisi, dan percakapan dengan hantu,’ kata George. ‘Ini baru namanya malam yang sibuk.’ Lockwood mengangguk. ‘Sementara orang-orang lain hanya menonton TV.” --- hlm.246

Hantu dan arwah gentayangan, waspadalah! Lockwood & Co. beraksi kembali.

Lockwood & Co. makin sibuk. Lucy dan George berusaha memecahkan misteri tengkorak bisa bicara yang terkurung dalam wadah-hantu, sementara Lockwood mencari kasus-kasus baru yang seru.

Lalu mereka dihubungi untuk menyelidiki makam dokter kejam yang hidup pada zaman Victoria. Seperti biasa, segalanya jadi kacau---ada hantu mengerikan yang terlepas dan benda berbahaya yang hilang karena dicuri dari peti mati. Lockwood & Co. harus menemukan benda itu sebelum kekuatannya digunakan, tapi mereka harus berpacu dengan waktu.

Dan yang membuat keadaan makin gawat, si tengkorak dalam wadah-hantu mendadak bergerak...

Komentar:
So good! So cool! Yeeaaayyy...!

Ketegangan yang luar biasa, walaupun agak berkurang dibandingkan dengan buku pertamanya. Kadar 'merinding'nya juga berkurang. Dan sebetulnya aku nunggu-nunggu deduksi Lockwood di akhir cerita, tapi diganti sama 'fighting scene' yang menegangkan dan nggak kalah keren! Cara memecahkan kasus overlapped antara Lockwood dan Lucy, dan cara mereka berbagi logika dan mengisi kekosongan sangat seru! Beda dengan seri sebelumnya, karena Lockwood seperti mengambil seluruh spotlight dalam memecahkan kasus.

I really like Lucy! Yeeaaayyy...! Go Lucy! Fight Lucy!


Bakat Lucy berkembang pesat. Dia juga punya peran cukup banyak, malah di kasus ini mengambil alih spotlight. Daripada antara master dan pegawai, Lucy – Lockwood sudah setara rekan yang sama tinggi, walaupun Lockwood masih tertutup tentang kehidupan pribadinya. Sayangnya, kemampuan George sebagai ‘mesin pencari’ agak menurun. George lebih sigap dalam mencari informasi di buku sebelumnya. Tapi ternyata ada alasan di baliknya.

Moral story-nya yaitu, pasti ada alasan dibalik sikap menyebalkan seseorang. Hanya perlu kesabaran yang luar biasa untuk menghadapi dan memahami alasannya. Tapi nggak berarti itu gampang sih. Hehee...

Dibandingkan merinding karena horor, emosi yang kurasakan kebanyakan malah jengkel. Terpengaruh oleh karakter Lockwood yang seringkali senewen, Lucy yang juga suka hilang kesabaran, dan Goerge yang susah fokus, jadi ikut terbawa suasana. Keren banget lah penulisnya bisa ngaduk-aduk emosi pembaca. Wkwkwk...

Tapi selain itu juga jengkel karena banyak typo. Banyak review yang kubaca juga menyebutkan edisi ini banyak typo, tapi apa boleh buat kalau buku udah kebeli (tapi baru sempet dibaca beberapa bulan setelahnya). Bagian-bagian awal, typo nggak terlalu sering sih, tapi semakin mendekati akhir jadi semakin banyak. Semoga di edisi setelahnya diperbagus lagi deh...

Bagian akhirnya, ketegangan memuncak bukan karena misteri yang selapis demi selapis dikupas, tapi karena pertarungan yang seru! Pemecahan misteri dilakukan sambil jalan, dan masih ada kejadian-kejadian yang bikin terkejut. Kupikir, kasus awal ketika mereka bentrok dengan regu Kipps berkaitan dengan kasus selanjutnya, namun kaitan itu cuma karena Kipps dan Lockwood sama-sama mengerjakan kasus yang sama dan berlomba-lomba untuk membereskannya. Ide kompetisinya seru, walaupun kupikir berkompetisi dengan Kipps itu nggak worth it.

But I really like this series! Aku emang belum baca Barty sih, jadi nggak tahu Barty kayak apa kalau banyak yang mengira seri ini mirip Barty. Apakah aku perlu baca Barty? Err, ketakutanku baca high fantasy adalah kalau imajinasiku udah nggak sehebat dulu (emang dulu imajinasiku hebat? Udah, anggap aja iya… :P) secara sekarang udah tambah berumur. Kan biasanya anak kecil yang punya daya imajinasi keren hehehee. Tapi kalau ada kesempatan pengen juga baca Barty, penasaran sih…

Karena di buku ini banyak disebut-sebut kasus yang nggak diceritakan juga di buku sebelumnya, jadi kepingin tahu case files Lockwood & Co. yang lainnya. Kalau ada cerita-cerita kumpulan kasusnya, kepingin punya deh (ngarep) :P. Nggak sabar nunggu yang selanjutnya!

Tentang Penulis:
Jonathan Anthony Stroud adalah seorang penulis buku fantasi, terutama untuk anak-anak dan remaja. Pada bulan Mei 1999, Stroud menerbitkan novel anak-anak pertamanya, Buried Fire, yang adalah yang pertama dari garis buku anak-anak fantasi / mitologi ini. Di antara karya yang paling menonjol adalah laris Bartimeus Trilogy. Sebuah fitur khusus dari novel ini dibandingkan dengan orang lain dari genre mereka adalah bahwa Stroud meneliti stereotip dan etika dari kelas penyihir dan setan-setan diperbudak. Hal ini dilakukan dengan memeriksa perspektif sarkastik dan sedikit egomaniacal jin Bartimaeus. Buku-buku dalam seri ini adalah The Amulet of Samarkand, The Golem Eye, dan Gerbang Ptolemy, buku pertamanya yang akan diterbitkan di Amerika Serikat. Stroud tinggal di St Albans, Hertfordshire, bersama dua anaknya, Isabelle dan Arthur, dan istrinya Gina, ilustrator buku anak-anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...