Jumat, 11 September 2015

Bulan Terakhir (The Apocalypse Moon) oleh M.G. Harris (The Joshua Files #5)



Judul: Bulan Terakhir
Judul Asli: The Apocalypse Moon
Penulis: M.G. Harris (2012)
Alih Bahasa: Nina Andiana
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (2012)
Edisi Bahasa Indonesia, Softcover, 368 hlm.

Blurb:
Akhir dunia yang diramalkan bangsa Maya kuno semakin dekat. Kali ini Josh harus mempertaruhkan nyawa dalam misi paling berbahaya—melompat ke masa depan untuk mendapatkan kebenaran seutuhnya. Dan ia tiba di masa depan yang suram—ketika rencana untuk menghentikan bencana besar yang menghantam Bumi gagal total.

Benarkah itu masa depan yang harus dihadapi umat manusia? Di tengah masa penuh kekacauan, bisakah Josh kembali ke garis waktunya sendiri dan... ke orang-orang yang disayanginya?

Komentar:
Ini adalah seri terakhir The Joshua Files. Josh harus menjelajahi waktu – lagi – kali ini ke masa depan realitas parallel ketika bencana Desember 2012 tidak dihentikan. Realitas parallel yang dikunjunginya di masa depan itu sama sekali tidak menyenangkan. Josh harus menemukan sesuatu di realitas parallel itu yang dapat dijadikan pedoman untuk menghentikan bencana yang akan terjadi pada Desember 2012 di alur waktunya.

Di buku terakhir ini terdapat semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di keempat buku sebelumnya. Siapa Arcadio, siapa dan di mana Blanco Vigores, bagaimana cara menghentikan bencana 2012, dsb, dsb. Pokoknya kisah ini adalah penutup dari semua kisah sebelumnya dan aku puas membacanya. Semuanya terjawab. Tuntas.

Seperti Titik Nol dan Dunia Paralel, buku kelima ini menegangkan, fast paced, dan seru. Aku cukup kaget waktu tahu tempat di mana mesin bulan disimpan. Karena cepatnya, buku yang kelihatan tebal ini pun habis hanya dalam beberapa jam saja. Aku sudah cukup paham istilah-istilah istimewa yang ada dalam buku ini karena sudah membaca keempat buku sebelumnya, jadi bisa membacanya dengan nikmat. Ada glosarium di bagian belakang buku ini untuk istilah-istilah itu, tapi jelas akan mengandung spoiler jika belum membaca keempat buku sebelumnya. Jadi, rekomendasiku kalau mau baca seri ini sebaiknya berurutan biar membacanya pun bisa nikmat.

Yang istimewa di sini, yaitu – sekali lagi – persahabatan antara Tyler dan Josh. Uuhh, scene terakhir mereka di buku ini membuatku melting. Aku suka Tyler! Untunglah penulis memberi Tyler porsi kemunculan yang cukup banyak dan membuatnya berkembang juga.

Membaca seri ini membuatku sadar bahwa menulis fiksi pun juga memerlukan riset yang mendalam. Kisah ini menceritakan fiksi tentang kebudayaan Maya, manipulasi genetik, dan ilmu astrofisika yang tentunya memerlukan pengetahuan yang cukup untuk mengeksplorasinya. Seperti menulis jurnal penelitian, menulis fiksi juga perlu referensi supaya apapun yang ditulis bisa diterima alam imajinasi pembaca. Susah-susah gampang ya? Salut untuk penulis kisah ini yang benar-benar menguasai bidangnya dan menuliskannya dalam bentuk fiksi yang sangat nikmat dibaca. Oh ya, semuanya juga tak terlepas dari terjemahannya yang cantik juga, sehingga karya ini bisa dinikmati dengan nyaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...