Senin, 25 Januari 2016

Rencana Besar oleh Tsugaeda

Judul: Rencana Besar
Penulis: Tsugaeda
Penerbit: PT Bentang Pustaka (2013)
Edisi Bahasa Indonesia, paperback, 384 hlm.

Blurb:
Rifad Akbar. Pemimpin Serikat Pekerja yang sangat militan dalam memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekannya.

Amanda Suseno. Pegawai berprestasi yang mendapat kepercayaan berlebih dari pihak manajemen.

Reza Ramaditya. Pegawai cerdas yang tiba-tiba mengalami demotivasi kerja tanpa alasan jelas.

Lenyapnya uang 17 miliar rupiah dari pembukuan Universal Bank of Indonesia menyeret tiga nama itu ke dalam daftar tersangka. Seorang penghancur, seorang pembangun, dan seorang pemikir dengan motifnya masing-masing. Penyelidikan serius dilakukan dari balik selubung demi melindungi reputasi UBI.

Akan tetapi, bagaimana jika kasus tersebut hanyalah awal dari sebuah skenario besar? Keping domino pertama yang sengaja dijatuhkan seseorang untuk menciptakan serangkaian kejadian. Tak terelakkan, keping demi keping berjatuhan, mengusik sebuah sistem yang mapan, tetapi usang dan penuh kebobrokan ….



Komentar:
Hal yang membuatku tertarik membaca buku ini adalah blurb-nya yang menggoda. Uang 17 miliar hilang di bank besar dan terkenal? Bisa dipastikan bakal jadi skandal besar yang njelimet dan rumit. Dan ekspektasiku ternyata terpenuhi.

Pada bab-bab awal aku merasa agak was-was kalau nanti aku tidak mampu menyelesaikan buku ini karena ada banyak istilah perbankan yang nggak familiar buatku. Takutnya aku jadi gagal paham. Tapi ternyata ketakutanku nggak terbukti. Selain ada penjelasan singkat yang gampang dimengerti, ada catatan kakinya juga. Cukup membantu tanpa mengurangi kenikmatan baca.

Alur ceritanya seru! Berkali-kali bingung dengan menebak-nebak mana yang benar dan mana yang jebakan. Tegang juga karena karakter-karakternya nggak terduga perilakunya. Penasaran? Jangan takut dengan blurb yang ada kata-kata menyiratkan kalau ini bacaan berat. Ceritanya cukup mengalir lancar kok. Dan ini cerita misteri-suspense asli Indonesia lho. Settingnya juga Indonesia. Keren lah.

Karakter yang jadi tokoh utama cerita ini adalah Pak Makarim Ghanim yang sudah sangat berpengalaman dalam hal manajemen sumber daya manusia. Karakter ini mungkin nggak bad-ass (walaupun banyak aksi dalam kisah ini, Pak Makarim sendiri nggak terlalu aktif), tapi cerdik dan panjang pikir. Jadi teringat Papa Poirot. Eh, memangnya Pak Makarim ini detektif? Bukaaan... tapi di sini Pak Makarim dituntut bekerja seperti detektif. Mata-mata? Udah deh, baca aja sendiri kalau penasaran.

Coba ada sekuelnya, mungkin Pak Makarim bisa jadi tambah bad-ass. #eh #kode

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...