Senin, 22 Februari 2016

The Maze Runner oleh James Dashner


Judul: The Maze Runner
Penulis: James Dashner (2009)
Alih bahasa: Yunita Chandra
Penerbit: Mizan Fantasi (2014)
Paperback, Movie Tie-In edition, 488 hlm.
Pinjem Wardah (https://melukisbianglala.wordpress.com/)

Blurb:
Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa saja yang masih berkeliaran di dalam Maze.

Mereka bukan sekadar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keluarga mereka. Namun, lintasan Maze selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bisa keluar dari tempat itu.

Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi turun menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja. Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah bergegas keluar dari tempat itu. Beranikah para pelari berlari keluar dengan nyawa sebagai taruhannya? Atau, akankah justru lebih baik tetap berada di dalam menanti pencabut nyawa sambil berharap mukjizat datang tiba-tiba?

Komentar:
Mungkin review ini mengandung perbandingan antara versi film dan bukunya. Dan curhat.

Aku udah nonton filmnya beberapa kali, termasuk waktu IRF. Pas baca bab-bab awal bukunya pun akhirnya aku menyerah dan nonton ulang gara-gara ngantuk. Padahal sebetulnya menarik dan bikin penasaran, tapi pace-nya datar dan sedang. Jadi aku me-refresh ingatan dengan nonton lagi biar makin paham dan nggak ngantuk. Akhirnya aku bisa lanjut baca lagi.

Dan ternyata, sampai selesai baca bukunya pun, rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama baca bukunya masih belum terjawab karena The Maze Runner baru merupakan secuplik bagian dari total grand design cerita utuhnya.

Alasan aku baca bukunya walaupun udah nonton filmnya beberapa kali adalah karena gambaran yang kudapat dari nonton filmnya masih kabur. Selain itu juga waktu IRF ada pertanyaan-pertanyaan tentang The Maze Runner yang nggak bisa kujawab walaupun udah nonton filmnya dua kali (itu kan bikin sebel! >_<). Mungkin pertanyaan itu bisa kejawab kalau aku baca bukunya, dan itu memang benar.

Secara umum, versi bukunya lebih lengkap daripada filmnya dan penggambaran adegannya lebih ekstrim (atau mungkin imajinasiku yang berlebihan). Di buku tergambar jelas adegan-adegannya dalam detail kalimat-kalimatnya. Terjemahan dan editannya juga bagus, membacanya jadi nikmat. Dengan membaca bukunya aku merasa bisa lebih "relate" dengan karakter-karakternya daripada cuma menonton filmnya. Aku jadi bisa lebih bersimpati pada Newt waktu kehilangan Alby. Di film nggak ada ketara-ketaranya kalau sebetulnya Newt - Alby bener-bener teman baik dan mereka berdua saling mendukung jadi pemimpin Glader. Aku juga suka Minho versi bukunya, kocak parah. Kalau digabung antara versi filmnya yang potongannya mirip tentara, ditambah versi bukunya, gambarannya jadi makin mirip tentara. Dan aku bener-bener suka banget buku ini karena cowok banget! Ya, benar. Cowok banget.

Alurnya sendiri nggak terlalu cepat. Bagian klimaksnya bikin tegang, tapi anti-klimaksnya bikin sebel setengah mati. Masih banyak informasi-informasi yang belum jelas apa maksudnya. Sepertinya aku memang harus membaca semua serinya. Poin plus cerita ini adalah idenya, yaitu dunia distopia yang terbentuk setelah bencana alam dan penyakit, serta aku menangkap ada hubungannya dengan zombie atau hal yang mirip itu. Selain itu penggambaran detail ceritanya juga oke punya.

Tokoh utamanya, Thomas, identitasnya juga masih belum jelas (yah, dia sendiri hilang ingatan dan nggak tahu juga dirinya siapa). Penulis bisa menempatkannya dengan wajar di Glade. Sebagai anak baru yang harusnya istimewa, dia dibikin nggak terlalu mencolok. Pengen tahu kelanjutan ceritanya dan perkembangan karakter-karakternya, menarik banget soalnya.

Makasih banyak buat Wardah yang udah minjemin bacaan ini (dasar nggak modal :P). Tapi aku punya alasan kuat untuk pinjem, karena buku pinjeman bakal dibaca duluan dan lebih cepet selesai daripada timbunan sendiri #ups #upsups #upsupsups -______-"

Aku merasa digantung parah sama The Maze Runner...

This review is submitted to:
FANTASY, SCIENSE FICTION, AND DYSTOPIA READING CHALLENGE
http://bibliough.blogspot.co.id/2016/01/fsfd-reading-challenge.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...