Minggu, 08 Januari 2017

[Book Review] Percy Jackson and The Olympians #2: The Sea of Monsters by Rick Riordan

The Sea of Monsters (Percy Jackson and the Olympians, #2)The Sea of Monsters by Rick Riordan
Published: 2006
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English edition, 279 pages

Blurb:
The heroic son of Poseidon makes an action-packed comeback in the second must-read installment of Rick Riordan's amazing young readers series.

Starring Percy Jackson, a "half blood" whose mother is human and whose father is the God of the Sea, Riordan's series combines cliffhanger adventure and Greek mythology lessons that results in true page-turners that get better with each installment.

In this episode, The Sea of Monsters, Percy sets out to retrieve the Golden Fleece before his summer camp is destroyed, surpassing the first book's drama and setting the stage for more thrills to come.

Review:
Masih dengan keseruan dan kelucuan khasnya, Percy Jackson kembali dengan petualangan baru. Buku ini menyajikan petualangan yang lebih seru daripada buku pertamanya dan konflik yang lebih kompleks juga. Di kisah ini aku jadi tahu kalau ternyata Percy ini bukan tipe hero yang egois. Dia lebih mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Salut sama anak ini.

Pada mulanya, Percy pulang ke rumahnya setelah liburan berakhir dan hanya tinggal di Camp Half-Blood saat liburan. Jadi ia bisa pergi ke sekolah normal. Di sekolah barunya, ia mendapat teman, Tyson, yang bertubuh besar, tapi bertingkah seperti anak kecil. Selama bersekolah, ia aman. Tak ada serangan. Hanya tinggal beberapa hari sebelum liburan, Percy diserang monster. Lagi.

Percy kembali ke Camp Half-Blood untuk mengetahui apa yang salah. Ia juga terus mendapat mimpi aneh bahwa Grover dalam bahaya. Dan ternyata Camp Half-Blood dalam bahaya.

Belum apa-apa pembaca sudah disuguhi aksi pertarungan yang seru dan mendebarkan. Kali ini masalahnya adalah penyerangan terhadap Camp Half-Blood. Ada yang meracuni pohon Thalia, putri dewa Zeus yang tewas. Oleh Zeus, Thalia diubah menjadi pohon pelindung Camp Half-Blood dari serangan monster. Dan ketika pohon itu diracuni, Camp Half-Blood jadi sasaran empuk para monster.

Percy menghadapi berbagai masalah, seperti mengetahui bahwa Tyson adalah Cyclops, Grover ternyata benar-benar dalam masalah, dan Camp Half-Blood diserang. Perintah pencarian—quest—dikeluarkan untuk menyelamatkan Camp Half-Blood, dan Clarisse—rival Percy—terpilih. Tapi Percy tetap pergi bagaimanapun juga, untuk menyelamatkan Grover.

Aku sudah menonton filmnya lebih dulu, dan ternyata tidak semua isi bukunya ditayangkan. Membaca bukunya lebih mengasyikkan karena ada banyak detail seru yang terlewat kalau hanya menonton filmnya. Tapi filmnya membantu untuk menghidupkan imajinasiku ketika membaca cerita ini.

Penulis menyuguhkan banyak riset dan cerita tentang dewa-dewi Yunani yang membuat penasaran. Rasanya seperti menikmati dongeng dengan banyak aksi fisik dan pertarungan. Karakter baru bertambah. Ada dewa ini dan itu. Monster ini dan itu. Harus diingat-ingat, siapa tahu muncul lagi entah kapan.

Petualangannya masih seru dan mendebarkan. Humornya juga bertebaran dan menghibur di saat genting. Penasaran juga seperti apa jadinya jika Clarisse dan Percy satu tim. Buku ini adalah bacaan penyegaran yang menyenangkan.


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...