Minggu, 16 Juli 2017

[Book Review] Just Like Heaven by Julia Quinn

Just Like Heaven Just Like Heaven by Julia Quinn (Smythe-Smith Quartet #1)
Published: 2011
E-book, English edition, 232 pages
My rating: 3 of 5 stars

Sinopsis:
Honoria Smythe-Smith is a bad violinist in a traditional family performance she does not look forward to but will smile through for kinship. She trailed around after her brother and Marcus his best friend since childhood. Now the Earl of Chatteris, Marcus sprains his ankle in Honoria's own carefully dug hole. After they tease, they may fall in love.

Ulasan:
Setelah membaca seri Bridgerton, aku jadi suka dengan tulisan-tulisan Julia Quinn terutama untuk penyegaran karena banyak lucunya. Tapi kalau terus-menerus membaca hisrom rasanya juga jadi jenuh. Karena itulah aku membaca hisrom hanya sesekali dan tidak sering, agar cita rasa ceritanya selalu segar. Hehehee…


Kali ini aku melanjutkan dengan seri Smythe-Smith Quartet. Smythe-Smith pernah disebut dalam seri Bridgerton. Ternyata dalam seri Smythe-Smith Quartet, Bridgerton juga sering disebut-sebut. Beberapa karakter yang sama juga disebutkan dalam kedua seri ini. Jadi latar belakang waktunya tidak sulit untuk dibayangkan. Smythe-Smith Quartet adalah tradisi acara pertunjukan musik tahunan yang dimainkan oleh empat orang wanita lajang dari keluarga besar Smythe-Smith.

Buku ini bercerita tentang Marcus Holroyd dan Honoria Smythe-Smith. Marcus adalah sahabat dari kakak Honoria, Daniel, dan mereka bertiga sudah sering bermain bersama sejak kecil. Honoria bahkan menganggap Marcus seperti kakak sendiri, dan Marcus juga menganggap Honoria seperti adiknya, karena saking akrabnya, sampai dewasa. Walaupun begitu, banyak teman dan saudara yang menggoda Honoria tentang Marcus, terutama karena Honoria sudah masuk usia menikah.

Karena suatu kejadian, Marcus sakit parah dan Honoria merasa bertanggung jawab. Setelah itu, hubungan “kakak-adik” mereka berubah. Jalan ceritanya sudah pakem seperti hisrom pada umumnya, jadi kesannya datar. Maka, aku jadi lebih memperhatikan detailnya. Seperti adegan Honoria yang dengan sengaja menggali lubang jebakan dan berpura-pura terkilir, tapi kemudian malah ketahuan oleh Marcus yang kebetulan lewat. Adegan itu berubah jadi lucu ketika Marcus malah terkilir sungguhan akibat lubang jebakan yang dibuat Honoria itu. Hahahaa… aku jadi merasa bersalah karena tertawa di atas penderitaan si tokoh.

Kemudian, adegan ketika Marcus sakit. Pengobatan yang masih terbatas pada waktu itu dideskripsikan dengan baik. Sangat seru menyimak ibu Honoria yang berperan sebagai perawat dan dokter dadakan hanya berdasarkan pengalaman. Honoria sebetulnya merasa ngeri karena melihat tindakan ibunya yang ekstrim, tapi melihat Marcus yang menderita, ia akhirnya membantu ibunya merawat Marcus. Hal itu mengingatkanku akan adegan Michael Stirling sakit malaria di seri Bridgerton #6.

Konfliknya sederhana, tapi aku masih merasa terhibur dengan percakapannya yang segar, peristiwa canggung yang bikin geli, dan tentu saja, kalau membahas Smythe-Smith maka akan berhubungan erat dengan acara musicale yang payahnya parah. Karakter Honoria dan Marcus lumayan bagus karena walaupun karakternya biasa dan normal, pembawaannya tidak berkesan dipaksakan. Harap hati-hati karena hisrom biasanya memasukkan adegan dewasa, jadi yang belum cukup umur silakan melipir. Alurnya juga mulus, dan adegan tentang usaha pengobatan yang dianggap ekstrim cukup menarik untuk disimak.

View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...