[Book Review] Cinder Ana on Duty by Sofi Meloni

Cinder Ana On DutyCinder Ana On Duty by Sofi Meloni
My rating: 4 of 5 stars
Published October 23rd 2017 by Gramedia Pustaka Utama
E-book (iPusnas), 280 pages

Blurb:
Ini bukan kisah Cinderella dan sang pangeran. Ini kisah tentang Cinder-Ana dan artis ganteng yang menyebalkan. Bermula ketika Ana terjebak di lift mal yang ngadat bersama seorang cowok arogan, sok ngatur, dan sok tampan yang ternyata adalah Kent Adrian, artis FTV yang sedang naik daun dan dipuja para remaja. Beberapa minggu kemudian, sekolah Ana terpilih menjadi lokasi shooting acara reality show "Back To School" yang dibintangi oleh Kent.

Karena suatu insiden, Ana terseret masalah dan terpaksa menerima kontrak untuk menjadi asisten Kent selama menjalani shooting. Dan... neraka kehidupan Ana pun dimulai. Ini memang bukan cerita Cinderella bersepatu kaca, karena Cinder-Ana lebih suka mengenakan sneaker. Tapi bagaimana jika artis menyebalkan seganteng pangeran itu diam-diam menyukainya?

Ulasan:
Ini baru hiburan berkualitas. Buku ini menjadi buku pertama yang saya baca di tahun 2018. Saya capek dan pusing membaca buku berbahasa Inggris terus. Karena tugas saya yang memang harus membaca banyak manuskrip bahasa Inggris, kemudian jika ingin melepas penat sebentar membaca buku berbahasa Inggris, saya jadi kebingungan. Maka dari itu, saya memilih untuk membaca buku berbahasa Indonesia.

Rasanya memuaskan dan menyegarkan bisa membaca sebuah karya berbahasa Indonesia yang menyenangkan. Buku ini juga cepat selesai dibaca karena ceritanya mengalir lancar. Saya suka dengan interaksi antara Ana dengan Kent. Walaupun saya tidak menyukai tipe cowok seperti Kent yang berubah kasar kalau dekat dengan cewek yang disukainya, karakter Kent is adorable in his own way. Saya menyukai karakter cewek yang kuat dan mandiri seperti Ana.

Penceritaan sudut pandang pertamanya sangat luwes, sehingga membuat saya tidak bisa berhenti membacanya. Penutupnya yang manis membuat saya mendesah puas ketika menutup bukunya. Latar belakang ceritanya yang berpusat pada kehidupan remaja dan sekolah membuat saya bersemangat menjalani kehidupan “bersekolah” lagi. Pidato Ana merupakan gong pamungkas yang dahsyat dan sangat mengena. Pesan yang disampaikan dalam dan sangat mengesankan. Love this!


View all my reviews

Komentar