[Book Review] Misteri Burung Hitam by Agatha Christie

A Pocket Full of Rye - Misteri Burung Hitam A Pocket Full of Rye - Misteri Burung Hitam by Agatha Christie
My rating: 4 of 5 stars
Paperback, Edisi Bahasa Indonesia, 320 pages
Published January 3rd 2013 by Gramedia Pustaka Utama (first published November 9th 1953)

Blurb:
Janda pria yang terbunuh itu cantik sekali. Menurut penglihatan Jane Marple, tidak akan kurang laki-laki pengagumnya. Itukah sebabnya perempuan itu tersenyum di balik air matanya ataukah uang almarhum suaminya yang membuatnya tersenyum?

Ulasan:
Cerita karya Agatha Christie ini melibatkan Miss Marple. Dan betapa sebalnya aku karena tidak bisa menebak pelaku, motif, dan triknya. Sepertinya dua kali menebak dengan benar membuatku sombong dan tidak teliti. Tapi pelaku kasus ini memang benar-benar licik dan kejam.

Sebetulnya Miss Marple tidak muncul sejak awal. Ia baru muncul di pertengahan cerita. Selain itu, ia juga jarang dimunculkan dalam penyelidikan. Yah, memang karena Miss Marple hanya tinggal di TKP. Inspektur yang bertugas lah yang lebih banyak melakukan pekerjaan lapangan, jadi cerita berkisar pada kegiatan yang dilakukan si inspektur.

Seorang bos perusahaan sakit keras setelah minum teh di kantornya. Tapi ia meninggal ketika sampai rumah sakit. Diduga ia tewas diracun, tapi tidak ada racun di dalam tehnya. Selain itu, tipe racunnya juga tidak biasa. Lagi-lagi Agatha Christie menunjukkan keahliannya dalam bidang kimia dan obat. Yang lebih aneh lagi, saku jas si korban penuh biji gandum hitam.

Kengeriannya tidak berhenti sampai di situ. Kematian yang terjadi tidak hanya ada satu. Tragedi kedua muncul tidak lama kemudian. Langsung berupa tragedi ganda. Selain itu juga ada tragedi masa lalu yang melibatkan burung hitam, membuat suasana bertambah ngeri. Dan ternyata tragedi yang terjadi mirip (atau sengaja dimiripkan) dengan sebuah lagu. Aku berpikir pelakunya sangat percaya diri, seakan-akan yakin bahwa ia tidak akan tertangkap.

Aku benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran Miss Marple. Pemikiranku sejalan dengan si inspektur, tapi kami sama-sama mentok. Tidak bisa menemukan bukti. Ternyata pemikiranku salah kaprah sejak awal. Miss Marple memang hebat. Bukan ding, penulisnya yang hebat.

View all my reviews

Komentar