Kamis, 23 Januari 2014

Scene on Three #4

Scene on Three #4

Sekarang hari Kamis, tanggal 23 Januari 2014. Seperti biasa, pada tanggal yang ada angka 3-nya, ada meme asyik untuk diikuti, yaitu Scene on Three. Beberapa kali sudah aku ikuti meme ini, tapi sudah beberapa periode (tsaah -_-) absen. Jadi, kali ini aku mau membagi scene dari buku yang saat ini sedang kubaca, yaitu The House of Silk, A Sherlock Holmes Novel oleh Anthony Horowitz:

Holmes rushed to my side. 'My dear Watson!' Then There was a movement behind me.
'What's going on here?' The landlord had appeared. The girl let out a single, guttural howl, then turned and fled through a narrow archway leading out into the street.
I was in pain, but I already knew that I had not been seriously injured. The thickness of my coat and my jacket underneath had protected me from the worst of what the blade might have achieved, and later that evening I would dress and disinfect a relatively minor wound. Thinking back now, I remember that there would be another occasion, ten years later, when I would be hurt while in the company of Sherlock Holmes and, strange though it may sound, I felt almost sense of gratitude towards both my attackers who demonstrated that my physical well-being did at least mean something to the great man and that he was not as coldly disposed towards me as he sometimes pretended. - page 93 -
Agak panjang ya? Sebetulnya banyak adegan seru dan menarik lain, tapi sepertinya adegan menegangkan sudah biasa untuk novel Sherlock Holmes, jadi aku memilih adegan yang menurutku lain dari biasanya.

Dalam scene ini, Watson dilukai sampai berdarah-darah. Walaupun sebetulnya lukanya tidak parah, Holmes merasa khawatir dengan keadaannya. Watson tahu bahwa Holmes sebetulnya peduli, dan tidak sedingin seperti yang biasa ditunjukkannya. Jadi, Watson sampai berpikir bahwa mungkin dia agak bersyukur karena ketika dia dilukai, dia bisa membuat Holmes menunjukkan seperti apa dirinya yang sebenarnya, yaitu bahwa Holmes sebetulnya menyayangi sahabatnya, Watson. Kupikir, scene ini menjelaskan bahwa sahabat sejati bisa saling memahami dengan cara yang mungkin tidak dimengerti orang lain. So sweet!

Mau ikut berpartisipasi dalam Scene on Three? Begini caranya:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Happy Scene on Three~!
@mahdiyanti

4 komentar:

  1. Saya selalu suka novel bertema bromance! :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. I don't think it's as far as a bromance.. it's just a purely man-to-man friendship :)

      Hapus
  2. Ah, bener nih, sebenarnya Sherlock Holmes itu ga sedingin yg ditampakkannya. Kalau mau teliti, di buku2nya Doyle pun sudah tersirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kok, aku juga perhatiin.. tpi mungkin kadang Watson jengkel karena Holmes komennya terlampau pedes di buku2 Doyle, jadi penggambarannya nggak segamblang di scene ini, klo menurutku sih.. hehehee

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...