Kamis, 19 Januari 2017

[Book Review] Remembrance of Earth's Past #1: The Three-Body Problem by Liu Cixin

The Three-Body Problem (Remembrance of Earth’s Past, #1)The Three-Body Problem (Remembrance of Earth's Past #1) by Liu Cixin
Translator: Ken Liu
Published: 2014
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English Edition, 400 pages

Blurb:
Set against the backdrop of China's Cultural Revolution, a secret military project sends signals into space to establish contact with aliens. An alien civilization on the brink of destruction captures the signal and plans to invade Earth.

Meanwhile, on Earth, different camps start forming, planning to either welcome the superior beings and help them take over a world seen as corrupt, or to fight against the invasion. The result is a science fiction masterpiece of enormous scope and vision.

The Three-Body Problem is the first chance for English-speaking readers to experience this multiple award winning phenomenon from China's most beloved science fiction author, Liu Cixin.

Review:
Hmm.. susah mau me-review ini. I felt both fascinated by the idea and bored to sleep by the technical details. Walaupun sebetulnya detail teknis dalam novel sci-fi ini luar biasa. Penulisnya betul-betul meriset teknis ilmu sains-nya dengan menyeluruh. Semua teorinya terasa nyata, sampai-sampai aku merasa seperti sedang membaca tesis. Karena pemahaman fisikaku sangat awam, penjelasan sains-nya yang komplit sampai ke tetek-bengek kecil-kecilnya seringkali membuatku bosan.

Rabu, 18 Januari 2017

[Challenge] Author Around the World 2017

www.bestsayingsquotes.com
Halo!

Tahun 2017 ini sepertinya Hani nggak kapok untuk menantang diri sendiri. Kali ini, Hani ingin menantang diri sendiri dengan challenge Author Around the World 2017. Hani ingin mengetahui sudah pernah membaca buku dengan penulis dari mana saja selama tahun 2017. Challenge ini terinspirasi dari postingan di blog Lensa Buku.

Challenge ini bersifat pribadi. Tapi kalau ada yang kepingin ikut mengadaptasi, silakan saja. Berikut adalah penanda penulis buku dari berbagai tempat yang Hani rangkum dalam peta.



Hani jadi penasaran setelah tahun ini berakhir nanti. Kira-kira penulis dari mana saja yang bukunya sudah Hani baca, ya? Tapi tentunya Hani cuma bisa membaca dalam edisi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saja. Kalau buku yang ditulis berbahasa selain kedua bahasa itu, maka buku yang Hani baca dari penulis tersebut adalah versi terjemahannya, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Author Around the World 2017 begins!


Selasa, 17 Januari 2017

[Book Review] Before I Go to Sleep by S.J. Watson

Before I Go to SleepBefore I Go to Sleep by S.J. Watson
Published: 2011
My rating: 3 of 5 stars
E-book, English edition, 359 pages

Blurb:
As I sleep, my mind will erase everything I did today. I will wake up tomorrow as I did this morning. Thinking I'm still a child, thinking I have a whole lifetime of choice ahead of me...

Memories define us. So what if you lost yours every time you went to sleep? Your name, your identity, your past, even the people you love--all forgotten overnight. And the one person you trust may only be telling you half the story.

Welcome to Christine's life.

Review:
Kalau mengintip blurb-nya, buku ini terkesan ber-genre suspense-thriller. Begitu baca, bagian awalnya memang sudah mengagetkan. Bayangkan ketika kita terbangun ternyata kita berwajah dua puluh tahun lebih tua daripada umur sebenarnya yang kita kira. Tapi kemudian kok nggak kerasa gregetnya.

Christine (tokoh utama dan narator sudut pandang orang pertamanya) ternyata menderita amnesia unik setelah kecelakaan yang menimpanya. Ia tidak bisa mengingat masa lalu (kadang ia merasa umurnya masih dua puluh tahun atau lebih muda), dan tidak bisa membentuk ingatan baru. Ingatannya hanya bertahan satu hari, dan besoknya, ia sudah lupa semua yang ia ingat hari sebelumnya, jadi semuanya mulai dari nol lagi.

Senin, 16 Januari 2017

[Book Review] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared oleh Jonas Jonasson

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and DisappearedThe 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared by Jonas Jonasson
Alih bahasa: Marcalais Fransisca
Penerbit: Bentang Pustaka (2014)
My rating: 3 of 5 stars
Paperback, Edisi Bahasa Indonesia, 508 hlm.

Blurb:
Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.

Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana—tanpa terduga—Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?

Review:
Hufft… aku menyelesaikan buku ini dalam satu tahun. Lama amat ya? Aku mulai baca buku ini November 2015 di kereta api dalam perjalanan ke Bandung. Setelah sampai di rumah, aku nggak meneruskannya. Tapi setiap kali bepergian, aku selalu membawanya dalam tas, entah dibaca atau tidak. Dan sering kali buku ini kubaca kalau bepergian. Tidak pernah kalau di rumah. Di dalam kereta api, pesawat, di ruang tunggu, pokoknya kalau pas aku nggak di rumah. Buku ini kuselesaikan bulan November 2016 ketika menunggui adik yang sakit di rumah sakit. Tapi baru sempat di-review sekarang.

Minggu, 15 Januari 2017

[Book Review] Kenangan Kematian oleh Agatha Christie

Sparkling Cyanide (Kenangan Kematian)Kenangan Kematian - Sparkling Cyanide by Agatha Christie
Judul Asli: Sparkling Cyanide
Alih bahasa: Ade Dina S.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2013)
My rating: 4 of 5 stars
Paperback, Edisi Bahasa Indonesia, 312 hlm.

Blurb:
"Istri Anda, Rosemary, tidak bunuh diri. Dia dibunuh!"

George Barton menerima surat kaleng yang misterius itu setahun setelah kematian istrinya, Rosemary.

Semua berawal pada pesta ulang tahun Rosemary. Enam orang yang hadir ketika itu melihatnya mengangkat gelas sampanye dan meneguk isinya. Tiba-tiba dia tersungkur—mati. Keputusan hakim: bunuh diri dengan racun. Tapi setelah munculnya surat kaleng itu, orang mulai bertanya-tanya. Orang mulai mengingat-ingat: surat cinta Rosemary yang penuh asmara kepada kekasih gelapnya, Leopard yang misterius; ancaman-ancaman si tampan Anthony Browne; dan kenyataan bahwa Iris Marle, adiknya yang miskin, akan mewarisi kekayaannya.

Dan ada orang yang ingat terlalu banyak. Maka si pembunuh pun beraksi lagi!

Review:
Kali ini aku juga berhasil menebak pelaku, motif, dan triknya. Aku benar-benar senang. Tapi tidak ada Papa Poirot di sini. Kasus ini melibatkan Kolonel Race, yang pernah bekerja sama dengan Papa Poirot dalam cerita Pembunuhan di Sungai Nil. Di cerita ini, Kolonel Race hanyalah pengamat dari tragedi yang terjadi. Ia tidak terlibat langsung di dalamnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...