Minggu, 26 Februari 2017

[Book Review] Memori oleh Windry Ramadhina

MemoriMemori by Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media (2012)
My rating: 5 of 5 stars
Paperback, edisi Bahasa Indonesia, 304 hlm.

Blurb:
Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.

Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia—cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman.

Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi. 


Review:
Suka banget! Pertama kali baca karya Kak Windry rasanya so-so aja karena bahasanya terkesan agak dipaksakan biar quoteable. Tapi yang ini beda. 

Jumat, 24 Februari 2017

[Pengumuman] Pemenang Giveaway Some Kind of Wonderful oleh Winna Efendi


Halo!

Ini postingan yang paling ditunggu di Sudut Buku Hani pastinya karena kepingin tahu siapa pemenang giveaway #SomeKindofWonderful. Tapi sebelumnya, Hani kasih tahu dulu jawaban kuisnya ya.

Pertanyaannya adalah "Siapa karakter yang paling Hani suka di Some Kind of Wonderful?" Gampang banget jawabannya. Kalau baca baik-baik review yang Hani tulis pasti tahu. Yak, betul! Jawabannya Jay! Coba tengok lagi postingannya kalau nggak yakin.

Gimana jawabannya? Ada yang benar? Wah banyak banget yang bener, lho! Para peserta ternyata teliti sekali, ya. Setelah Hani tengok, total peserta yang ikut giveaway ada 50 orang! Duh, terharu banget karena ada banyak yang ikutan 😘😘😍😍. Dari peserta yang ikut tersebut, ada 44 orang yang sudah menjawab dengan benar.

Selasa, 14 Februari 2017

[Blogtour, Book Review, & Giveaway] Some Kind of Wonderful oleh Winna Efendi

Judul: Some Kind of Wonderful
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2017)
Paperback, edisi Bahasa Indonesia, 360 hlm.

Blurb:
Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sebagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden yang membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik.

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yabg pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?

Review:
Sudah lama sekali Hani nggak merasa tercabik-cabik gara-gara sebuah novel. Kisah di novel ini sukses membuat Hani gegulingan frustasi dan sesenggukan. Memangnya ada apa, sih, di dalamnya? Mari kita ulas satu per satu.

Selasa, 24 Januari 2017

[Book Review] The Star-Touched Queen by Roshani Chokshi

The Star-Touched Queen The Star-Touched Queen by Roshani Chokshi
Published: 2016
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English edition, 342 pages

Blurb:
Fate and fortune. Power and passion. What does it take to be the queen of a kingdom when you’re only seventeen?

Maya is cursed. With a horoscope that promises a marriage of death and destruction, she has earned only the scorn and fear of her father’s kingdom. Content to follow more scholarly pursuits, her whole world is torn apart when her father, the Raja, arranges a wedding of political convenience to quell outside rebellions. Soon Maya becomes the queen of Akaran and wife of Amar. Neither roles are what she expected: As Akaran’s queen, she finds her voice and power. As Amar’s wife, she finds something else entirely: Compassion. Protection. Desire…

But Akaran has its own secrets—thousands of locked doors, gardens of glass, and a tree that bears memories instead of fruit. Soon, Maya suspects her life is in danger. Yet who, besides her husband, can she trust? With the fate of the human and Otherworldly realms hanging in the balance, Maya must unravel an ancient mystery that spans reincarnated lives to save those she loves the most…including herself.

Review:
Magical, romantis, dan sweet abis.

Ini adalah sebuah dongeng. Tentang putri, raja, dan ratu. Tentang sihir, fantasi, dan dunia lain. Dongeng yang biasa diawali dengan: “once upon a time, in a far, far away…”. Seperti salah satu dongeng dalam kisah seribu satu malam. Berkisah tentang dua anak muda, cinta, dan tragedi.

Senin, 23 Januari 2017

Scene on Three #9

Scene on Three by Bacaan Bzee
Halo!

Sudah lama sekali Hani nggak posting Scene on Three. Terakhir kali adalah dua tahun yang lalu! Itu berarti selama tahun 2015 dan 2016 Hani nggak posting Scene on Three sama sekali. Tapi bagi Hani, postingan ini bersifat having fun sih, jadi nggak ada paksaan untuk harus posting tiap tanggal tiga. Kalau sempat dan kalau sedang mood saja Hani mempostingnya. Hehehe...

Kali ini Hani ingin berbagi adegan yang menurut Hani menarik. Sebetulnya, adegan ini memberikan perasaan miris dan sedih ke Hani. Hiks. Berikut cuplikannya:

“Do you know how old this tree was?”
“You can count the rings.” Ma pointed to the stump.
“I did. More than three hundred and thirty years. Do you remember how long it took you to saw through it?”
“No more than ten minutes.."
“More than three hundred years! A dozen generations. When this tree was but a shrub, it was still the Ming Dynasty. During all these years, can you imagine how many storms it had weathered, how many events it had witnessed? But in a few minutes you cut it down. You really felt nothing?”
“What do you want me to feel? It’s just a tree. ..."
---(page 20) The Three-Body Problems by Liu Cixin

Hiks, membaca adegan pohon berusia 300 tahun yang ditebang saja sudah membuat sedih. Bagaimana kalau menyaksikannya langsung? Mungkin Hani bisa menangis betulan.

Padahal sebetulnya Hani sudah pernah menebang untuk penelitian pohon yang berusia 5 tahun. Itu pun masih dengan berat hati dan dipenuhi rasa bersalah. Hani sampai bertekad untuk menanam pohon sebanyak dua kali pohon yang sudah Hani tebang demi selembar ijazah. T.T

Yak, sekian Scene on Three hari ini. Kalau ingin mengikuti meme ini, silakan kunjungi bacaanbzee.wordpress.com Sampai jumpa lagi di lain kesempatan!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...