[Book Review, Buntelan] Shine on Me oleh Shandy Tan

Judul: Shine on Me
Penulis: Shandy Tan
Ilustrator: Celfany
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tempat, tahun terbit: Jakarta, 2013

"Tidak ada beban yang terlalu berat kalau kita mau membaginya. Kalau kau tidak tahu mau membaginya pada siapa, cari aku. Percayalah padaku, bahuku kuat."
- Hansen -

Sejak kecil Sinar sudah yatim piatu. Ia kemudian diasuh oleh Oma Nida, pemilik Rumah Teh, perempuan tua yang hidup sebatang kara. Hampir di saat bersamaan, Sinar bertemu dengan Hansen dan Ozcar. Seiring hari bergulir, perasaan Sinar pada Ozcar bertumbuh, tapi Oma Nida ingin menyatukan Sinar dengan Hansen. Sinar tidak mampu menolak keinginan wanita yang menjadi tempatnya bersandar selama belasan tahun, satu-satunya keluarga yang ia miliki, tapi juga tidak ingin mengingkari rasa sayangnya pada Ozcar. Sanggupkah Sinar melepaskan Ozcar?

Rumah Teh adalah rumah bagi orang yang ingin menikmati berbagai macam teh. Bagi sebagian orang, Rumah Teh adalah 'obat' untuk susah tidur, flu, dan 'obat' pelepas kangen jika ingin berkumpul dengan kerabat sambil menikmati teh. Rumah Teh juga adalah rumah bagi Sinar dan Oma Nida yang sama-sama sebatang kara.

Sinar: seorang gadis berusia 25 tahun, lulusan SMA, tinggal dan mengurus Rumah Teh, bekerja sebagai penjaga warnet, berambut panjang lurus, manis, mandiri, penurut, penyabar, polos. Yang mengherankan adalah, Sinar tidak bisa marah, walaupun dimarahi dan dipojokkan ia tetap menurut tanpa berusaha memberikan pembelaan. Seems like a good to be true person. She is also truly a luckiest girl in the world and too childish for a 25 y.o girl.
Sinar pada Ozcar: "Karena kalau aku menggenggam tanganmu, aku takut takkan sanggup melepaskanmu lagi."
Ozcar: pria 29 tahun, sarjana, tinggal sendiri, pemilik cabang bengkel dan pencucian mobil, penikmat kopi yang tiba-tiba berubah menggandrungi teh, romantis, pemarah, malas, kaku, childish, pushy, dan menurutku agak egois. Sebagai pria dewasa, tingkahnya agak terlalu kekanak-kanakan karena membenci ayah tirinya padahal kurang baik apa sih ayahnya itu? Sikapnya yang malas dan pemarah juga rasanya kurang cocok jadi bos perusahaan walaupun usianya sudah 29 tahun. Sepertinya penulis men-setting umur Ozcar dan Sinar terlalu tua untuk sikapnya. Menurutku malah Ozcar dan Sinar lebih pas kalau 4-5 tahun lebih muda daripada usia di cerita.
Ozcar pada Sinar: "Kalau saja kau berani membalas genggaman tanganku, kau akan tahu tangan yang paling pas dengan tanganmu adalah tanganku. Tolong jangan lepaskan aku demi siapapun."
Hansen: pria seumuran Ozcar, temannya sewaktu SMA, sarjana, ahli komputer, sedang bekerja menangani proyek educative game dengan rekannya, romantis, supel, easy going, humoris, sabar, teledor. I like this character. Pas dengan deskripsi umurnya dan kesannya dewasa. Karena bekerja sebagai perancang game, orangnya pasti kreatif. Hansen merupakan tipe orang yang gampang disukai. Tapi kok ya di cerita jadinya agak tragis :(
Hansen pada Sinar: "Kalau memang ada kemungkinan kau bersedia mendampingiku karena keinginanmu sendiri, meskipun hanya seujung kuku, aku bersedia menunggu sampai kemungkinan itu membesar selebar hatimu."
Dari sinopsis cerita di belakang buku sudah bisa ditebak ceritanya gimana. Ada dua orang pria yang menyukai satu wanita yang sama. Kedua pria tersebut kebetulan berteman baik. Karena segalanya sah dalam perang dan cinta, Ozcar dan Hansen berlomba-lomba merebut perhatian Sinar. Selama keduanya masih berlomba, terbukalah satu demi satu rahasia masa lalu masing-masing, Sinar, Ozcar, Hansen, bahkan Oma Nida.

Buku ini adalah buntelan dari Gramedia dan BBI. Itulah untungnya di BBI, bisa dapet kesempatan untuk meresensi buku-buku 'kejutan'. Gimana enggak, rupa bukunya aja nggak tahu, genre-nya apa, dan begitu dapet, surprise! heheee... Buku ini sebetulnya bukan genre-ku, tapi ternyata worth reading. Bagi penyuka romance yang manis dan ringan menurutku recommended.

Covernya manis, dan kupikir cangkirnya ada gambar naga emasnya tapi ternyata enggak. Bahasa ceritanya baku dan formal, jadi terasa kayak baca buku terjemahan. Alurnya secara umum maju, tapi ada beberapa bagian flashback dan kecepatannya sedang. Bagian awal rasanya agak lambat dan sering ngerasa bosan dan kesal karena tingkah Ozcar yang gampang kesal dan marah sama respon Sinar yang 'selalu baik dengan semua orang' dan lembek karena nggak bisa membela diri kalau dimarahi. Tapi begitu masuk konflik, rasanya penasaran, gimana akhirnya, siapa yang Sinar pilih, dan ternyata akhirnya... nyesek! Sebetulnya, memang sih, siapapun pilihan Sinar, pasti ada yang terluka. Shine on Me adalah karya Shandy Tan yang pertama kubaca dan ini romance novel yang kubaca setelah lama nggak baca novel genre ini. That's why I feel so lucky to get a memorable 'buntelan'. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar