Minggu, 20 April 2014

Samurai Deeper Kyo #1-38


taken from here. ini bukan cover, tapi representasi gambar seluruh volumenya
Judul: Samurai Deeper Kyo #1-38
Artist/Author: Akimine Kamijyo
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2005
Target: 18+

Empat tahun setelah perang Sekigahara, Kyoshiro Mibu 'si penjual obat' yang misterius dan Yuya Shiina 'si pemburu hadiah' bertemu dan melakukan perjalanan bersama-sama. Setelah mengalami berbagai petualangan, Yuya melihat satu wajah lain dari Kyoshiro, yaitu Kyo 'si mata iblis', pembunuh 1000 orang yang kepalanya bernilai 1 juta ryo!


Yuya mungkin terancam bahaya bersama dengan pembunuh ribuan orang saat perang, tapi untungnya Kyo tak berniat membunuhnya. Kyo ingin kembali ke tubuh aslinya. Yuya mengambil kesempatan untuk bersama Kyo karena Kyo berharga mahal, sedangkan Yuya punya uang. Kyo juga memanfaatkan ‘uang’ Yuya untuk hidup di kota selama pencarian tubuhnya itu. Kemana pun mereka melangkah, banyak yang mengenali, dan ternyata kebanyakan adalah musuh. Berhasilkah mereka mencapai tujuannya masing-masing? Dengan banyaknya bahaya mengancam di setiap sudut, siapakah yang akan bertahan hidup?

What I think about this story (hati-hati karena banyak curhatan!):

vol. 5 edisi Jepang (goodreads)
Pertama kali lihat manga ini di persewaan dua tahun yang lalu (I’m 19) dalam batinku cuma tahu kalau judulnya cukup terkenal. Karena penasaran kok bisa populer, aku coba mengintip dalamnya. Ceritanya cowok banget, karena banyak adegan berantemnya. Kisah ini juga tidak cocok untuk yang usianya belum 18 tahun. Tapi ada hal yang membuatku melirik dua kali, yaitu pada awal kisah ada kata ‘perang di Sekigahara’. Karena pernah belajar bahasa Jepang (walaupun sekarang banyak yang lupa), sedikit banyak aku diberi tahu sejarah Jepang, jadi kata itulah yang membuatku tertarik membaca kisah ini. Sebetulnya kisah ini tentang apa? Kenapa menyebut-nyebut peristiwa sejarah Jepang? Samurai memang hidup di Jepang jaman dahulu kala, tapi dalam fiksi kan apapun bisa terjadi.

Meluangkan waktu sebentar, kubaca sekilas, dari volume 1 sampai volume belasan di tempat persewaan. Karena baru sekali itu membaca manga yang bukan biasa kucicipi, aku memutuskan untuk tidak tertarik. Waktu itu, manga yang biasanya kulirik adalah yang ber’genre’ misteri (of course), sport, dan komedi. Dan manga ini lebih ke martial art (padahal ini juga termasuk sport, tapi lebih ke arah untuk perlindungan diri dan bukan untuk kompetisi), dan historical fiction.

Dua tahun setelah itu, (masa sekarang) aku habis ujian dan rasanya pengen refreshing. Entah kenapa, tahu-tahu kepikiran tentang orang-orang dengan double personality. Rasanya kepingin baca buku tentang itu, tapi nggak pengin yang terlalu berat. Otakku yang habis ujian mungkin nggak betah dibebani lebih banyak. Tiba-tiba, kepikiran kisah yang belum selesai kubaca ini. Tanpa ba-bi-bu, langsung ke persewaan. Setelah dianalisis, semua serinya lengkap sampai tamat. Totalnya ada 38, jadi sebagai pembukaan aku memborong 10 nomor awal (derita setelah ujian, bikin bokek karena stres -_-).

vol. 15 edisi Indonesia (goodreads)
Permasalahannya simpel, dalam tubuh Kyoshiro ada jiwa yang lain, jadi dalam satu tubuh ada dua jiwa, yaitu Kyoshiro dan Kyo. Kyoshiro adalah tukang obat ‘gagal’ yang lamban sedangkan Kyo adalah samurai kejam dan bengis. Ia bertemu dengan Yuya, cewek pemburu buronan. Kyoshiro membawa pedang samurai yang panjangnya tidak umum, terlalu panjang untuk pedang biasa, sedangkan Yuya tahu kalau pedang itu dimiliki oleh Kyo yang ‘kepala’nya berharga sangat mahal. Walaupun ternyata keliru, Kyoshiro yang ditangkap pun tak apa-apa karena ia juga berharga walau sedikit.

Di desa terdekat, Yuya bermaksud menukar Kyoshiro dengan uang hadiah, tapi desa itu telah dibantai buronan. Merasa terancam, pribadi Kyo muncul dalam tubuh Kyoshiro karena pedang yang dibawa terbuka dan mengalahkan buronan-buronan itu. Setelah pedang ditutup, Kyoshiro kembali ke pribadinya semula. Yuya memanfaatkan kesempatan ini dengan bertualang dengan Kyoshiro memburu buronan dan mengumpulkan uang hasil tangkapan. Tapi masalah tidak segampang itu, karena kenalan dan musuh Kyo bermunculan, dan frekuensi Kyo muncul yang makin sering (Kyo kadang tidak mempedulikan kawan/lawan ketika bertarung dan itu masalah). Karena suatu kejadian, Kyo menjadi pribadi yang muncul dominan dalam tubuh Kyoshiro. Petualangan berburu buronan dan menjajakan obat dengan Yuya berubah menjadi pencarian tubuh asli Kyo agar Kyo dan Kyoshiro bisa berpisah. Karena Yuya tak ingin kehilangan buruannya yang mahal, ia mengekor Kyo. And the adventures begin…

Cerita ini sudah didesain sedemikian rupa supaya pembaca tidak bisa berhenti pada beberapa volume saja. Itulah yang terjadi denganku pada kesempatanku yang kedua kali. Dengan mengabaikan scene-scene 'dewasa', rasa penasaran terus membuatku mengambil volume selanjutnya dan selanjutnya, sampai tak terasa semua volume sudah habis terbaca hanya dalam waktu 3 hari! (saking ‘selo’-nya >,<)

vol. 14 edisi Jepang (goodreads)
Selesai membaca rasanya campur aduk. Ada adegan yang bikin ketawa, bikin jengkel, dan bikin ‘trenyuh’. Rasanya pengen nggak habis (mungkin karena saking panjangnya, jadi merasa kalau pasti ada lagi dan lagi), tapi juga nggak pengen lanjut, karena kalau dilanjutkan pasti jadinya malah absurd. Penyelesaiannya bagus, jadi aku cukup puas, tapi jadi susah move on! Akhirnya aku membaca buku lain untuk menenangkan hati. Cukup efektif, dan sekarang jadi bisa lebih fresh untuk me-review tanpa kebanyakan fangirling (khekhekhe…).

Cerita ini mengambil latar belakang sejarah Jepang pada era Shogun, yang dibangun oleh klan Tokugawa. Walaupun banyak yang kontra, sebetulnya Tokugawa Ieyasu berjasa untuk mempersatukan Jepang dari ujung utara ke selatan. Kemenangan ini diperoleh dari perang berdarah di Sekigahara. Oleh karena itu, musuh-musuh yang masih hidup setelah perang masih mengancam kepemimpinan Tokugawa Ieyasu.

Apa hubungannya dengan kisah Kyo? Kyo dan Kyoshiro terlibat dalam perang di Sekigahara. Jadi, perang itu menjadi poros awal mula permasalahan. Kyo hanya bertujuan untuk mencari tubuh aslinya, tapi permasalahan demi permasalahan muncul, terutama karena bukan hanya Kyo yang mengincar tubuhnya. Padahal kan itu tubuhnya sendiri, kenapa banyak yang kepingin? Muncul kepercayaan yang mengatakan bahwa tubuh itu merupakan container jiwa petarung yang kuat, karena itulah tubuh Kyo jadi rebutan. Ilmu ‘klenik’ mulai mengambil alih.

Ketika para tokoh berada di kota di Jepang jaman dulu, Edo (sekarang Tokyo), banyak tokoh yang namanya diambil dari sejarah. Perannya juga sama seperti dalam sejarah walaupun tidak persis. Motif aksi tokohnya dipengaruhi urusan politik. Tapi ketika setting sudah berpindah ke hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji, banyak tokoh muncul yang murni fiksi, dan apapun bisa terjadi di hutan karena umumnya hutan itu dijauhi manusia. Survival menjadi lebih penting daripada politik. Karena itulah cerita kemudian berkembang lebih luas.

vol. 26 edisi Indonesia (goodreads)
Pinternya si pembuat cerita mengarahkan satu permasalahan ke permasalahan lain dengan mulus, padahal hanya ada satu tujuan akhirnya, yaitu Kyo ingin kembali ke tubuhnya semula. Hal itu baru bisa dicapainya di volume terakhir! Selama pertengahan cerita, aku merasa ceritanya agak dipanjang-panjangkan, karena ada beberapa pertarungan yang menurutku tidak penting. Selain itu juga jengkel karena urusannya dibuat berbelit-belit karena saking banyaknya tokoh-tokoh baru yang bermunculan, menduga-duga tokoh ini kawan atau lawan.

Pada awal sampai tengah, aku hampir yakin kisah ini tentang ‘hitam’ dan ‘putih’ atau si jahat dan si baik, tergantung di akhir ceritanya siapa yang menang. Tapi ternyata mendekati akhir semua kedok terbuka dan batas hitam dan putih menjadi tidak jelas. Hal ini mengejutkan dan menyadarkanku bahwa tindakan buruk atau ‘hitam’ bisa dilatarbelakangi niat yang sebetulnya ‘putih’, tapi hanya eksekusinya yang salah. Tiap tindakan seharusnya bisa dilihat dari dua sisi, tapi kebanyakan orang belum bisa melakukannya. Eksekusi yang keliru dari niat baik bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya kekurangan sumber daya, baik materi, kekuatan fisik, ilmu pengetahuan, bahkan kekuasaan. Jadi intinya, setelah berpanjang-panjang, cerita ini menyampaikan pesan agar berpikir dulu sebelum menilai orang dan bertindak, jangan buru-buru menghakimi. Pertimbangan juga bukan hanya dari otak, tapi juga hati. Selain itu kisah ini juga mengajarkan agar tidak mudah menyerah untuk berusaha mencapai tujuan.

Penggambaran karakter jelas, dan gambarnya juga bagus. Ukuran manusianya proporsional, dan adegan pertarungannya juga lumayan. Dari karakter yang sangat banyak di kisah ini, ada empat yang menarik dan semuanya cowok. Jujur aja, karakter ceweknya nggak menarik. Inilah cowok-cowok keren menurutku:
taken from here. kiri-kanan: Yukimura, Kyo, Shinrei, Hotaru
#1 Yukimura Sanada: ia adalah karakter yang tak bisa ditebak. Dari luar ramah, mudah bergaul dan banyak kenalan, tapi di dalamnya menyembunyikan keahlian tajam berupa strategi perang dan politik yang jenius, kemampuan negosiasi yang licin, dan kemampuan bertarung yang lumayan. Penampilan fisiknya justru kecil langsing dan wajahnya ‘cantik’ (pernah menyamar jadi cewek juga), pakaiannya menampilkan dirinya flamboyan. Ia memang keturunan klan terhormat, baik dalam cerita maupun dalam sejarah. Yup, Yukimura Sanada adalah salah satu tokoh sejarah Jepang juga yang aslinya adalah ahli strategi perang yang kontra dengan Tokugawa Ieyasu. Suatu kali jadi kawan, lain kali jadi musuh. Jalan pikirannya yang nggak bisa ditebak itulah yang bikin gemes dan membuatnya menjadi karakter favoritku.

#2 Kyo: karakter utama yang berkebalikan dengan Yukimura. Ia tak ramah, sulit bersosialisasi, dan suka berkelahi, tapi samurai sejati. Karena sejarah perang sebelumnya dimana ia membantai ribuan orang, banyak menganggapnya samurai kejam dan bengis, tapi sebetulnya ia tak akan membunuh orang yang telah menyerah kalah, suatu sikap samurai atau ksatria. Tapi kalau bertarung selalu menang dan tak segan membunuh orang yang tak termaafkan (serem abis >,<). Yang membuatku tertarik pada karakter ini yaitu pemikirannya simpel, mengacu pada satu tujuan pasti dan tak mudah terpengaruh. Jadi iri, soalnya fokus pada tujuan tuh susah dan banyak godaan! (>,<)

#3 Shinrei: sebetulnya aku nggak terlalu suka pada karakter ini. Awalnya ia menganggap golongannya paling bener, karena sudah bertahun-tahun tradisinya begitu. Ia susah mendengarkan pendapat orang, ditunjukkan bukti-bukti tapi masih yakin kalau belum lihat sendiri. Pendek kata, ngeyelan. Tapi dia orangnya loyal. Setelah tahu, langsung shock berat karena telah dibohongi mentah-mentah oleh golongannya. Jadi inget pemilu, Shinrei kayak caleg idealis yang dibohongi partainya sendiri (kasihan banget). Lha trus kok bisa masuk karakter menarik? Soalnya sifat Shinrei ini mirip aku! (>,<) dengan sadar aku mengakui. Melihat karakter ini rasanya seperti kena tampar. Ternyata aku juga bisa menyebalkan ya, sampai aku sendiri nggak suka. Ayo refleksi, Han!

#4 Hotaru / Keikoku: aku menganggap karakter ini badut. Ia kebalikan dari Shinrei, atau berusaha ‘asal beda’ dari Shinrei. Ia cuek abis, tapi harga dirinya tinggi. Ia tak mau dikasihani, dan komentar-komentarnya kedengaran asal, tapi diucapkan dengan serius. Komentarnyalah yang mengundang tawa, tapi suka bikin jengkel tokoh-tokoh lain. Hubungannya dengan Shinrei juga lucu, cuek-cuek peduli gitu (^_^). Singkatnya, ia betul-betul menerapkan motto-nya Timon dan Pumbaa di Lion King: Hakuna Matata, no worries asal bisa hidup. Senang ya, nggak bisa khawatir, ckckck. Aku heran apa orang-orang macam ini bisa bertahan di dunia nyata ya? Tapi pertanyaan yang tepat adalah: apa ada orang macam ini di dunia? Who knows…

vol. 36 edisi Indonesia (goodreads)
Selain karakter favorit, ada juga adegan pertarungan yang menurutku keren dan epic:
Akira vs Saisei (it’s so epic! #1)
Benitora vs Taihaku (this one too! #2)
Kyo vs Raja Mata Iblis (it has to be epic #3)
Sasuke vs Makora / Kosuke (its ending is sweet! #4)
Hotaru vs Yuan (it’s unique #5)
Shinrei vs Hotaru (short but surprising #6)
Bontenmaru vs Haira (funny fighting! #7)

Walaupun banyak pertarungan fisik, ada juga pertarungan hati (cieehh) atau kata lain secuplik romance di dalamnya yang menurutku pengaruhnya sedikit (walaupun bisa menimbulkan banyak fans pasangan-pasangan tertentu). Komentar dan adegan lucu juga banyak, dan cukup menghibur. Banyaknya karakter cowok di sini buat pembaca cewek macam aku, bisa pilih sepuasnya buat fangirling-an (Yukimura Sanada-sama~! <3 <3 Seneng banget pas Yukimura nongol, wkwkwk…). Adegan berantem, banyak tokoh cowok, dan lagi-lagi banyaknya scene maskulin membuatku menganggap mangaka-nya adalah bapak-bapak, sejak dari awal baca sampai tamat, dan ternyata aku salah besar.

PS: cover-cover yang tertera disini adalah yang menurutku bagus. 'kebetulan' kebanyakan menampilkan Yukimura Sanada (kyaa~ fangirling mode-ku belum sembuh! >,<)

About the Artist/Author:

https://www.goodreads.com/author/show/198197.Akimine_Kamijyo
Akimine Kamijyo (上条明峰 Kamijō Akimine?, born September 13, 1975, Kanagawa Prefecture) is a Japanese manga artist best known for creating Samurai Deeper Kyo. The name 'Akimine Kamijyo' is merely her pen-name. Her doujinshi work was done under the name 'Meika Hatagashira' (伯明華?). Her second series was Shirogane no Karasu also known as Silver Crow. It started on May 30, 2007 in Weekly Shōnen Magazine and ended after 3 volumes. She is currently working on Code: Breaker.

https://www.goodreads.com/author/show/198197.Akimine_Kamijyo

2 komentar:

  1. Saya juga suka sama anime ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah nggak terlalu suka anime-nya, karena ada episode yang beda sama manga-nya.. manga-nya lebih bagus.. #personalopinion

      makasih sudah berkunjung! :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...