Kamis, 27 November 2014

Uhu / Hoot by Carl Hiaasen



Judul: Uhu
Judul asli: Hoot
Penulis: Carl Hiaasen (2002)
Alih bahasa: B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (Juni, 2006)
Edisi Bahasa Indonesia, Softcover, 328 hlm.
Award: Newbery Honor (2003), Agatha Award Nominee for Best Childrens Young Adult (2002), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award (2005)
 
“…terkadang kau akan menghadapi situasi saat batas antara apa yang benar dan apa yang salah tidak jelas. Hatimu berkata begini, tapi otakmu berkata lain. Pada akhirnya kau harus mempertimbangkan keduanya dan bertindak sesuai penilaian terbaikmu.” –p.182

Athene cunicularia floridana. Nama burung hantu lucu yang jadi masalah. Cantik ya, namanya? *abaikan* Jadi buku ini menceritakan tentang Roy yang sebetulnya tidak kepingin pindah ke Florida karena pekerjaan orang tuanya. Ia juga harus pindah sekolah karenanya. Yang tidak enak jadi anak baru adalah di-bully, tapi karena saking seringnya jadi anak baru, Roy lebih berpengalaman. Walaupun sedang diganggu oleh Dana Matherson, Roy malah memperhatikan anak lelaki yang berlari tanpa alas kaki di samping bus sekolah yang ditumpanginya.

Karena penasaran, Roy menyelidikinya. Hal itu ternyata melibatkan perkara tentang penyelamatan burung hantu-burung hantu lucu dari pekerjaan konstruksi yang akan membunuh mereka! Bagaimana petualangan Roy? Berhasilkah burung-burung itu diselamatkan?

Di Montana, osprey tinggal di hutan kapas di sepanjang sungai-sungai besar, tempat mereka menukik untuk menangkap trout dan whitefish. Roy terkejut gembira mendapati di Florida juga ada osprey. Luar biasa bahwa burung dari spesies yang sama bisa hidup di dua tempat yang terpisah begitu jauh dan begitu berbeda. Kalau mereka bisa melakukannya, pikir Roy, mungkin aku juga bisa. –p.108

Awalnya kukira Roy itu cowok. Trus karena ia di-bully orang yang namanya Dana yang menurutku seperti nama cewek, aku berpikir Roy itu cewek. Eh, ternyata Roy cowok karena Garret mengira Roy naksir Beatrice karena menanyakan gadis itu padanya. Hahahaa…

cover terbitan March. Lebih cantik!
Persoalannya sepele: menyelamatkan burung hantu dari pekerjaan konstruksi yang akan membunuh mereka. Hanya saja situasinya kompleks, teman-teman Roy tidak memiliki orang tua yang, yah, ‘normal’. Kebanyakan dari mereka adalah anak bermasalah karena orang tuanya. Roy bersyukur banget orang tuanya pengertian, dan bikin aku juga bersyukur punya keluarga yang penyayang (^_^). Walaupun kompleks, pengemasan segala sesuatunya dibuat ringan, karena targetnya adalah untuk anak-anak. Tapi aku pun tersepona loh, nggak bisa berhenti sampai selesai baca! Wajar saja kalau karya ini meraih banyak penghargaan.

Walaupun sederhana, buku ini mengajarkan hal yang mendasar tapi penting banget: kepedulian. Kalau Roy tidak peduli siapa si anak ‘nyeker’ yang lari di samping bus sekolahnya, ia nggak bakal ketemu teman-teman baru, dan bahkan nggak akan pernah tahu ada burung hantu lucu yang menghilang dari ekosistem di Florida. Sama dengan kalau aku nggak peduli di mana aku buang sampah, ternyata sampah yang kubuang menyumbat selokan dan bikin banjir jalan, sampai aku kerepotan kalau motorku tahu-tahu mogok karena tergenang banjir (yang ini cerita pengalaman banget, dan aku nggak kepingin lagi kejadian).

“Sejak aku masih kecil, aku lihat tempat ini menghilang----hutan pinusnya, sesemakannya, sungai kecil, rawa-rawa. Bahkan pantainya, man----mereka mendirikan banyak hotel raksasa ini dan hanya para turis berduit yang diizinkan ke sana. Benar-benar menyebalkan.” –p.195

Burung hantu itu mungkin juga bukan apa-apa kalau nggak dipedulikan atau diperhatikan. Nggak rugi juga kalau nggak dipedulikan. Tapi coba bayangkan kalau ternyata hewan itu bukan burung hantu mungil yang lucu, tapi gajah. Misalnya ada perusahaan besar kelapa sawit yang membangun kebun sawit sampai masuk habitat gajah. Nggak peduli kalau itu adalah habitat gajah, yang penting, ekspansi sawit yang besar-besaran itu dapat untung. Kalau berhektar-hektar kebun ditemukan rusak gara-gara gajah, salah siapa coba? Siapa suruh jadi nggak pedulian?! Hehehee…

Hewan-hewan khas Florida jadi daya tarik di sini, menurutku. Terutama karena aku suka hewan-hewan unik, seperti burung hantu lucu ini yang ternyata tinggalnya di dalam tanah!

Trivia:
Burung hantu penggali Florida / Florida burrowing owl (Athene cunicularia floridana) = burung hantu berukuran kecil yang suka membangun liang sarang di dalam tanah (wiki)
Osprey (Pandion haliaetus) = sea hawk, fish eagle, river hawk or fish hawk, is a diurnal, fish-eating bird of prey (wiki)
Trout = nama ikan air tawar, keluarga salmon (wiki)
Whitefish (Coregonus clupeaformis) = nama ikan air tawar dari Amerika Utara (wiki)
Mutter = ikan yang seringkali jadi umpan mancing (wiki)

Tentang Penulis:
Carl Hiaasen was born and raised in Florida, where he still lives with his family. After graduating from the University of Florida, he began writing for the Miami Herald. As a journalist and author, Carl has spend most of his life advocating the protection of the Florida Everglades. He and his family still live southern Florida.




Baca bareng dan PosBar November 2014
Newberry Book

http://blogbukuindonesia.com/blog/category/posbar/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...