Kamis, 30 Juli 2015

Pena Beracun oleh Agatha Christie

Judul: Pena Beracun
Judul Asli: The Moving Finger
Penulis: Agatha Christie (1942)
Alih Bahasa: Suwarni A.S.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (1999)
Edisi Bahasa Indonesia, Softcover, 296 hlm.
Status Baca: Pinjem Temen

Blurb:
Kematian menyerang secara diam-diam…

Aku ingat, surat itu tiba waktu kami sedang sarapan. Pengirimnya pasti dari desa ini saja, dan alamatnya diketik. Aku membuka surat itu sebelum dua surat lain yang berstempel pos London. Di dalamnya terdapat sehelai kertas yang ditempeli kata-kata dan huruf-huruf cetak yang telah digunting dari sebuah buku. Sesaat aku menatap kata-kata itu tanpa memahaminya. Kemudian napasku tersekat... Mula-mula surat-surat kaleng yang keji itu hanya menyebabkan rasa takut. Tapi kemudian surat-surat itu menyebabkan kematian. Pertanyaannya adalah siapa yang akan menjadi korban berikutnya...?

Komentar:
Jerry dan Joanna Burton pindah dari hiruk-pikuk kota ke pinggiran desa di Inggris. Jerry sedang dalam masa penyembuhan kakinya, sedangkan Joanna, adiknya, menemaninya. Mereka mengira di desa akan tenang dan aman dari hal-hal yang aneh dan tidak diinginkan, tapi ternyata perkiraan mereka salah. Tidak hanya menjadi pengamat, ternyata mereka terjun langsung ke dalam kasus yang terjadi di desa itu. Mereka menerima ‘surat kaleng yang beracun’…

Selama beberapa waktu, surat-surat itu dianggap sebagai lelucon yang menyakitkan. Tapi ketika ada kematian tak wajar yang terjadi di desa itu, semua menyorot ke arah surat beracun itu. Siapa yang menulisnya?

Bagian awalnya kupikir ini kasus paling absurd-nya Mami Agatha. Tapi ternyata kasus ini cukup simpel, cuma banyak pengalih perhatiannya yang bikin kasus ini njelimet. Miss Marple yang muncul di bagian akhir langsung tahu pelakunya! Padahal sebelum muncul, banyak orang menebak-nebak sampai salah tangkap segala. Dibandingkan sama kasus lain yang pernah kubaca, kasus ini termasuk 'light'. Banyakan romance-nya daripada misterinya. Tapi aku suka sama Jerry Burton dan ngikik sama tingkahnya Joanna Burton. Megan yang misterius akhirnya terbuka juga karakter aslinya. Dan Jerry mengingatkanku sama Cormoran Strike (karena sama-sama pincang).


Yup, karena kisah ini jugalah, Ulat Sutra yang sudah nangkring selama beberapa waktu di lemari akhirnya terbaca juga. Tapi ternyata, buku itu melebihi dari apa yang kuduga, dan buku itu juga yang menyebabkanku sulit untuk me-review-nya. Dan, dampaknya membuat mood-ku untuk me-review jadi seret. Aaarrrggghhh…!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...