Minggu, 25 September 2016

Harry Potter dan Tawanan Azkaban oleh J.K. Rowling

Judul: Harry Potter dan Tawanan Azkaban (Harry Potter #3)
Judul Asli: Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Penulis: J.K. Rowling (1999)
Penerjemah: Listiana Srisanti (2001)
E-book, Edisi Bahasa Indonesia, 544 hlm.

Blurb:
SELAMA dua belas tahun, penjara sihir Azkaban yang mengerikan mengurung tawanan berbahaya bernama Sirius Black. Black yang ditahan karena membunuh tiga belas orang dengan dengan satu kutukan, dikabarkan sebagai putra mahkota si Pangeran Kegelapan. Voldemort.

Sekarang Black berhasil kabur. Hanya ada dua petunjuk untuk memperkirakan ke mana kiranya tujuannya: Keberhasilan Harry Potter mengalahkan Voldemort berarti kejatuhan Black juga. Dan para pengawal Azkaban sering mendengar Black mengigau dalam tidurnya, "Dia di Hogwarts... dia di Hogwarts."

Harry Potter tidak aman, bahkan sekalipun dia berada di dalam perlindungan dinding kastil sekolah sihirnya, dan dikelilingi oleh teman-temannya. Karena... mungkin saja ada pengkhianat di antara mereka!

Review:
“…tapi aku harus bilang kalian, aku kira kalian berdua akan hargai teman kalian lebih daripada sapu atau tikus. Cuma itu.”
---Rubeus Hagrid

Harry kembali ke Privet Drive setiap liburan musim panas. Barang-barang sihirnya masih tetap dikunci di lemari bawah tangga seperti biasa. Setelah Ron menelepon, ia bahkan tak diperbolehkan mengirim surat, walaupun tetap menerima surat dari sahabat-sahabatnya. Ia juga harus mengerjakan PR diam-diam, karena jika keluarga Dursley tahu dia berhubungan dengan sihir di rumah itu, mereka akan sangat murka. Sampai suatu hari Harry tak tahan lagi dan tak sengaja menggelembungkan Bibi Marge.

Harry kabur dari Privet Drive dengan Bus Ksatria ke Leaky Couldron. Di sana ia disambut oleh Menteri Sihir, Fudge. Harry sudah takut ia akan dikeluarkan, tapi ternyata kementrian justru berusaha melindunginya, karena adanya narapidana yang kabur dari penjara sihir Azkaban, Sirius Black. Harry disarankan tidak pergi jauh-jauh dari Diagon Alley. Selama 2 minggu terakhir sebelum masuk sekolah, Harry sangat menikmati hari-hari yang dihabiskannya di Leaky Couldron dan Diagon Alley. Harry bertemu dengan Ron dan Hermione juga sampai waktunya mereka kembali ke sekolah sebagai murid kelas tiga di Hogwarts.

Di sekolah, Harry mengambil pelajaran baru, bermain Quidditch, mengunjungi Hagrid, dan berlatih sihir. Ada dua guru baru di Hogwarts, yaitu Hagrid sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib dan Prof. Lupin sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Prof. Lupin adalah guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam terbaik yang pernah didapat Harry. Tapi para murid Hogwarts selalu gelisah karena Sirius Black berkeliaran di sekitar Hogwarts serta adanya dementor—penjaga penjara Azkaban—di sekitar sekolah. Siapa Sirius Black, dan mengapa ia berkeliaran di Hogwarts?

Tahun ketiga Harry di Hogwarts lebih menyenangkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Suasana bersekolah terasa hampir normal dan tidak sekelam di buku keduanya. Persahabatan tiga sekawan Harry-Ron-Hermione sedang diuji. Kadang geli juga menyimak pertengkaran mereka yang agak kekanakan. Tapi hal-hal yang sederhana itulah yang terasa mengena. Malfoy juga bikin senewen karena rasa cemburunya dan akhirnya berujung masalah.

Aku menyukai keseluruhan buku ketiga seri Harry Potter ini. Buku ini adalah bacaan yang kuhabiskan selama Ramadhan tahun 2002 dan buku ini kudapatkan dengan susah payah setelah menunggu antrian pinjaman yang panjang (^_^). Karena masih banyak antrian yang akan pinjam, aku harus menyelesaikan buku ini dengan cepat. Makanya kesan bacanya hanya menempel sekilas pada waktu itu.

Setelah membacanya yang kedua kali, kesan setelah membacanya jadi tertinggal lebih lama. Rasanya asyik dan menyenangkan. Karena itulah aku berlama-lama menikmatinya. Begitu banyak hal baru yang disajikan di dunia sihir yang sudah menakjubkan ini. Prof. Lupin yang sederhana tapi cerdas jadi karakter favoritku. Beliau banyak mengajarkan mantra pertahanan baru, makhluk-makhluk sihir baru, dan pelajaran Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam jadi lebih mengasyikkan dengan lebih banyak praktek. Adegan favoritku adalah waktu ujian Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Prof. Lupin yang kreatif membuat ujiannya menantang sekaligus mengasyikkan! Bus Ksatria juga sangat keren! Ternyata ada transportasi umum sihir selain kereta, ya. 5 full stars buat Prof. Lupin dan Bus Ksatria yang nyentrik!

---
FSFD Reading Challenge 2016 @ Ough, My Books!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...