Sabtu, 07 Januari 2017

[Book Review] Percy Jackson and The Olympians #1: The Lightning Thief by Rick Riordan

The Lightning Thief (Percy Jackson and the Olympians, #1)The Lightning Thief by Rick Riordan
Published: 2006
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English edition, 377 pages

Blurb:
Percy Jackson is a good kid, but he can't seem to focus on his schoolwork or control his temper. And lately, being away at boarding school is only getting worse—Percy could have sworn his pre-algebra teacher turned into a monster and tried to kill him.

When Percy's mom finds out, she knows it's time that he knew the truth about where he came from, and that he go to the one place he'll be safe. She sends Percy to Camp Half Blood, a summer camp for demigods (on Long Island), where he learns that the father he never knew is Poseidon, God of the Sea.

Soon a mystery unfolds and together with his friends—one a satyr and the other the demigod daughter of Athena—Percy sets out on a quest across the United States to reach the gates of the Underworld (located in a recording studio in Hollywood) and prevent a catastrophic war between the gods.

Review:
Rasanya ketinggalan jaman ya, baru baca bukunya sekarang? Hahaa.. Biarin deh. Tapi aku sudah menonton filmnya lebih dulu, kok. Walaupun begitu, membaca bukunya rasanya beda. Lebih puas. Lebih detail. Lebih lengkap. Walaupun cerita filmnya mengikuti alur bukunya, tapi tidak semua bagian ditayangkan.

Percy Jackson tidak tahu kalau dirinya demigod. Dia hanya tahu kalau dia disleksia dan memiliki kecenderungan ADHD. Selain itu ada kejadian aneh tentang guru matematika yang menyerang dirinya dan tiba-tiba berwujud sangat aneh. Tapi tidak ada jejak dari gurunya itu.

Satu-satunya teman yang dimilikinya adalah Grover yang berjalan dengan tongkat. Ketika ia banyak diserang oleh monster aneh, Grover, yang ternyata adalah satyr, memberitahunya bahwa ia sebetulnya adalah demigod dan membawanya ke Camp Half-Blood.

Gambaran Camp Half-Blood yang kudapat dari bukunya amat menakjubkan. Para demigod tinggal di kabin sesuai dengan dewa salah satu orang tua mereka. Selain itu, ada lapangan tempat para demigod berlatih pedang, memanah, bertarung, dan berbagai macam bentuk latihan fisik lainnya. Percy tak tahu siapa orang tua dewanya. Jadi untuk sementara ia tinggal di kabin dewa Hermes, dewa pembawa pesan dan pengelana. Pemimpin kabin Hermes adalah Luke, putra dewa Hermes.

Percy juga bertemu dengan Annabeth, putri dewi Athena, dewi kebijaksanaan. Hobinya membaca, padahal ia juga disleksia. Tapi disleksianya berguna untuk membaca tulisan Yunani Kuno. Karena suatu kejadian yang membuat Clarisse, putri dewa Ares, marah, Percy diketahui bahwa ia adalah putra dewa Poseidon, dewa samudera. Artinya ia adalah putra dari Tiga Dewa Besar seperti yang disebutkan ramalan. Ramalan apa? Percy juga tidak tahu.

Tapi ada masalah yang lebih penting, yaitu bahwa senjata petir dewa Zeus dicuri. Dan jika senjata itu tidak ditemukan, maka akan terjadi perang dan Olympus beserta seluruh dunia akan hancur.

Seru sekali membaca kisah ini. Banyak sekali aksinya. Dialog para tokohnya juga menarik. Humornya segar dan menghibur. Karakternya ada banyak sekali, jadi harus dibaca pelan-pelan supaya ingat satu per satu.

Narasinya adalah sudut pandang Percy sebagai orang pertama. Terasa jelas kalau buku ini cowok banget, dengan tokoh utama laki-laki dan pengarang laki-laki juga. Karena itulah deskripsi situasinya keren banget (entah kenapa aku merasa kalau tulisan yang 'cowok banget' lebih objektif penggambaran situasinya). Tapi emosi tokohnya juga dijabarkan, kok, walaupun seringkali sambil lalu.

Aku jadi bisa memahami banyak istilah khusus seperti drachma, ambrosia, nectar, satyr, naiad, dan sebagainya, serta mengetahui macam-macam dewa-dewi Yunani. Seperti Ares dewa perang, Apollo dewa music dan ramalan, Aphrodite dewi kecantikan, Artemis dewi pemburu, Hephaestus dewa pandai besi, Demeter dewi pertanian, Dionysus dewa pesta, Hera dewi pernikahan, dan lain-lain.

Aku juga jadi tahu kalau Hades, dewa kematian, tidak dibuatkan kabin di Camp Half-Blood. Lalu kabin Zeus, Hera, dan Artemis kosong. Kabin Zeus dan Hera kosong karena memang tidak ada anak mereka, dan kabin Artemis kosong karena Artemis bersumpah menjadi perawan. Dunia yang dibangun penulis ini sangat kreatif dan didukung oleh riset tentang Yunani Kuno yang kuat. Selain itu, petualangannya juga sangat mengasyikkan. Nggak sabar baca buku lanjutannya!


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...