Senin, 09 Januari 2017

[Book Review] Percy Jackson and The Olympians #3: Titan's Curse by Rick Riordan

The Titan's Curse (Percy Jackson and the Olympians, #3)The Titan's Curse by Rick Riordan
Published: 2007
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English edition, 320 pages

Blurb:
IT'S NOT EVERYDAY YOU FIND YOURSELF IN COMBAT WITH A HALF-LION, HALF-HUMAN.

But when you're the son of a Greek god, it happens. And now my friend Annabeth is missing, a goddess is in chains and only five half-blood heroes can join the quest to defeat the doomsday monster.

Oh, and guess what? The Oracle has predicted that not all of us will survive...

Review:
Karena akhir buku dan film keduanya bikin penasaran, aku jadi nggak sabar membaca buku ketiganya. Terutama setelah aku melihat Thalia di film yang kelihatan cool dan badass. Aku jadi penasaran dengan karakternya. Dan ternyata benar. Karakter Thalia sangat menarik.

Percy masih jadi narator ceritanya sebagai orang pertama. Petualangan Percy dimulai dari tugas pencarian demigod di suatu sekolah. Bersama Thalia, Annabeth, dan Grover, mereka ditugaskan untuk menjemput demigod dari sekolah tersebut untuk dibawa ke Camp Half-Blood. Dan tentu saja, ke mana pun demigod ditugaskan, pasti ada aksi seru di sana.

Di sini aku jadi banyak tahu tentang Artemis, sang dewi pemburu, dan kembarannya, Apollo, dewa musik dan ramalan yang suka random bikin haiku tiba-tiba. Dan juga ternyata ada pilihan untuk demigod perempuan selain pergi ke Camp Half-Blood. Rasanya nggak adil. Tapi ceritanya masih tetap seru untuk disimak. Lalu kita juga diperkenalkan dengan beberapa demigod baru, seperti Bianca dan Nico yang misterus.

Pembaca juga akan diperkenalkan dengan para pemburu Artemis. Ada banyak karakter baru bermunculan, jadi bikin susah mengingat-ingat. Ini anaknya si itu, dan itu saudaranya si ini, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi mengasyikkan mengetahui cerita dewa-dewi Yunani kuno ini. Menambah pengetahuan baru.

Aku menyukai Thalia yang pemberani dan badass. Tapi diam-diam dia juga merasa tertekan sebagai putri dewa Zeus. Yah, karena Zeus raja para dewa, semua orang menganggap putri dewa Zeus pastilah istimewa. Thalia seakan menunjukkan kalau dia demigod biasa—seperti Percy dan kawan-kawan, yang masih perlu berlatih di Camp Half-Blood, dan punya kelemahan—tapi dia juga tidak ingin mengecewakan ayahnya. Susah juga, ya. Sama seperti kalau punya ayah selebritis. Hehehehee…

Inti cerita ini adalah penyelamatan Annabeth dan Artemis yang kemungkinan diculik atau diserang. Misi pencarian—quest—kali ini melibatkan Thalia dan Grover, serta beberapa pemburu Artemis. Percy tidak seharusnya ikut, tapi namanya juga Percy yang rasa kesetiakawanan-nya tinggi, ia ikut pergi. Dan untung sekali Percy pergi, karena ia bisa membantu di saat genting. Selain itu ia juga mendapat banyak petunjuk dari mimpinya. Mimpi demigod selalu berupa petunjuk. Aku jadi merasa kasihan pada para demigod ini, pasti nggak pernah tidur nyenyak. Tentang judulnya, Titan’s Curse, siapa yang dikutuk si Titan? Wah, itu rahasia besar di bagian akhirnya. Kalau penasaran mending baca aja. *wink-wink*

Hero ceritanya kadang terasa berpindah-pindah, nggak hanya Percy yang jadi hero utamanya. Beberapa karakter di adegan tertentu punya tingkat setara dengan Percy, dan kadang malah Percy terkesan seperti sidekick. Penulisnya hebat bisa meramu konfliknya jadi cerita yang kompleks dan menarik. Karakternya juga berkembang, kita jadi tahu kelebihan dan flaw-nya para hero ini dan bagaimana mereka mengatasinya.

Seperti biasa, petualangan Percy masih dipenuhi aksi pertarungan yang seru. Alurnya juga cepat. Humornya, karena melibatkan Grover yang lucu dan komentar Percy yang kadang sembarangan, juga masih segar dan bikin ngakak. Tapi ada beberapa hal juga yang membuat sedih. Emosi tokohnya banyak digali di sini.

Setelah membaca buku ketiga ini sepertinya cerita Percy ada pakemnya, yaitu selalu ada misi atau quest. Ceritanya, yaa… berkisar tentang berlangsungnya misi itu. Namanya juga cerita untuk anak-remaja. Tapi itu saja sudah bisa membuat cerita yang seru. Rasa penasaran dan aksi yang mendebarkan membuat buku ini susah dilepaskan. Tapi aku jadi kangen Clarisse yang suka rese. Dia hampir nggak muncul di sini. Trus, gara-gara buku ini, Thalia jadi karakter favoritku! Aegis-nya Thalia keren gila!


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...