Selasa, 10 Januari 2017

[Book Review] Percy Jackson and The Olympians #4: The Battle of the Labyrinth by Rick Riordan

The Battle of the Labyrinth (Percy Jackson and the Olympians, #4)The Battle of the Labyrinth by Rick Riordan
Published: 2008
My rating: 5 of 5 stars
E-book, English edition, 361 pages

Blurb:
Percy Jackson isn't expecting freshman orientation to be any fun. But when a mysterious mortal acquaintance appears at his potential new school, followed by demon cheerleaders, things quickly move from bad to worse.

In this fourth installment of the blockbuster series, time is running out as war between the Olympians and the evil Titan lord Kronos draws near. Even the safe haven of Camp Half-Blood grows more vulnerable by the minute as Kronos's army prepares to invade its once impenetrable borders. To stop the invasion, Percy and his demigod friends must set out on a quest through the Labyrinth - a sprawling underground world with stunning surprises at every turn.

Review:
Wow. Just wow. Di buku ini, perkembangan para karakternya meningkat. Masing-masing karakter akhirnya makin kelihatan flaw-nya. Clarisse—rival Percy dan Percy suka sebel karena tingkahnya yang sok nge-bos—dengan kepribadiannya yang keras ternyata menyimpan sesuatu di baliknya. Percy sendiri mengakui Clarisse memang sangat berani—karena ia mampu kembali dari quest berbahaya—walaupun tidak secara terang-terangan. Jadi penasaran gimana jadinya kalau Clarisse team up atau versus dengan Thalia, tapi nggak kejadian di sini. Hehehee…

Buku ini berisi lebih banyak pertarungan sengit yang berlangsung. Banyak sekali musuh yang harus dilawan. Sepertinya Luke—yang sudah menjadi antagonis—sudah mengumpulkan banyak sekutu untuk menghancurkan Olympus. Tapi Olympus juga punya pendukung: para demigod. Luke punya rencana sendiri untuk mencegah para demigod membantu para dewa di Olympus. Yaitu menghancurkan Camp Half-Blood. Usahanya menghancurkan pohon pertahanan Camp Half-Blood sudah gagal. Jadi ia mencoba cara lain, yaitu lewat labirin.

Dalam cerita Yunani Kuno, seorang ilmuwan yang pandai bernama Demetrius membuat labirin yang menghubungkan seluruh dunia. Tapi labirin itu penuh jebakan. Jika bisa mencapai pusat labirin, siapapun bisa mengontrol labirin dan menghilangkan atau mengaktifkan jebakan. Dan siapapun yang menguasai labirin akan bisa menembus pertahanan Camp Half-Blood.

Para demigod bertekad untuk menguasai labirin lebih dulu. Dengan begitu, mereka akan bisa menyerang Luke dan mempertahankan Camp Half-Blood. Tapi labirin itu sangat berbahaya. Sedikit sekali cerita pahlawan Yunani jaman dulu yang berhasil keluar hidup-hidup dari labirin tersebut. Dan orang yang mendapatkan tugas untuk masuk dalam labirin adalah Annabeth.

Tim Annabeth terdiri dari Percy, Grover, dan Tyson. Selain monster dan jebakan dalam labirin, Percy dan kawan-kawan juga mungkin harus berhadapan dengan pasukan Luke yang juga mencari dalam labirin. Lalu ada juga orang yang menaruh dendam pada Percy yang harus diperhitungkan.

Pertarungannya lebih seru dan mendebarkan. Aku takut kalau-kalau ada yang mati, jadi buku ini susah sekali diletakkan kalau belum selesai dibaca. Banyak cerita Yunani Kuno di dalamnya, dongeng tentang si ini dan si itu. Si dia dan mereka. Para dewa dan monster. Walaupun begitu, ada Grover dan Tyson yang saling tidak menyukai tapi tetap memilih untuk team up demi misi, yang suka melontarkan kalimat-kalimat menggelikan.

Komentar Percy juga masih suka sembarangan seperti biasa dan bikin ngakak di saat-saat tertentu. Chemistry tokohnya terutama Annabeth-Percy sedang banyak diuji. Emosi karakternya diaduk-aduk, terutama Nico yang misterius abis, bikin kesel sekaligus iba. Kejutan dan twist-nya juga datang tanpa diduga, membuat ceritanya pahit-pahit-pedas. Dag-dig-dug-der mau milih belokan yang mana di labirin, salah belok bisa tamat riwayat mereka.

Lalu petunjuk-petunjuk dari mimpi. Para demigod bisa-bisa kena insomnia karena setiap tidur mendapat mimpi buruk yang bisa berarti pertanda atau petunjuk. Intinya, jangan lupa sama mimpi kalau pengen tetap hidup! Pertarungan akhirnya luar biasa menegangkan dan seru! Tapi akhir ceritanya tetap bikin penasaran dan jadi nggak sabar membaca buku selanjutnya. Tinggal satu buku terakhir, The Last Olympian, dan marathon-ku selesai sudah! Yeay!


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...