Sabtu, 25 Maret 2017

[Book Review] The Heroes of Olympus #4: The House of Hades by Rick Riordan

The House of Hades The Heroes of Olympus #4: The House of Hades by Rick Riordan
My rating: 4 of 5 stars
Published: 2013
E-book, English edition, 597 pages

Blurb:
At the conclusion of The Mark of Athena, Annabeth and Percy tumble into a pit leading straight to the Underworld. The other five demigods have to put aside their grief and follow Percy’s instructions to find the mortal side of the Doors of Death. If they can fight their way through the Gaea’s forces, and Percy and Annabeth can survive the House of Hades, then the Seven will be able to seal the Doors both sides and prevent the giants from raising Gaea. But, Leo wonders, if the Doors are sealed, how will Percy and Annabeth be able to escape?

They have no choice. If the demigods don’t succeed, Gaea’s armies will never die. They have no time. In about a month, the Romans will march on Camp Half-Blood. The stakes are higher than ever in this adventure that dives into the depths of Tartarus.

Review:
Yak, mari lanjut lagi maratonnya setelah rehat beberapa hari karena harus fokus ke ujian. Hahaa.. lumayan lah, jadi merasa segar lagi. Tapi tema buku keempat petualangan ketujuh demigod dan kawan-kawannya ini agak lebih berat dari buku-buku sebelumnya.

Kompleks dan rumit. Penulis menunjukkan kalau waktu haha-hihi sudah selesai dan situasi masuk ke mode serius. Bahkan guyonan Leo pun jadi sedikit melempem. Para demigod ini sepertinya butuh puk-puk yang banyak. Terutama Nico. Duh, kasihan sekali kamu, nak.

Multiple pov-nya masih sama seperti buku-buku sebelumnya, tapi ketujuh demigod dalam ramalan mengambil bagian di dalamnya. Masing-masing empat bab berurutan. Tapi karena ada demigod yang terpencar, maka setting tempatnya seakan melompat-lompat.

Chemistry yang sudah dibangun di buku sebelumnya seakan membeku perlahan. Soalnya masing-masing demigod dites kemampuannya secara individual. Hal itu sangat menentukan bagaimana mereka akan beraksi dalam quest ini. Makanya chemistry friendly-nya rada menguap, dan lebih banyak terkesan individualis. Tapi jangan khawatir, hal itu akan membentuk dan membuat karakter mereka berkembang pada akhirnya.

Karakter barunya masih banyak muncul. Karakter lama juga banyak yang muncul lagi. Dan banyak banget nama dan istilah latin dan Yunani bertebaran. Ada glosarium (yang isinya seabrek sampai mirip kamus) di bagian belakang, jadi kalau lupa bisa ditengok sebentar. Si ini atau itu yang dulu karakternya jahat bisa jadi baik dan yang dulu baik bisa jadi jahat. Jadi bikin pusing, tapi juga menegangkan. Takut kalau-kalau yang diserang ternyata kawan.

Sebetulnya masih ada haha-hihi sedikit di sini dan di sana, karena sepertinya penulis tahu caranya mencairkan suasana jika ketegangan meninggi. Tapi memang banyak pertarungan yang bikin deg-degan. Di buku sebelumnya, kalau ada pertarungan aku yakin mereka bisa melaluinya. Tapi di sini, aku nggak yakin. Ujiannya susah banget. Aku berulang kali merasa kasihan dan setengah berharap kalau mereka pulang saja. Tapi penulis punya cerita lain.

Yah, setelah ujiannya yang berat dan panjang ini, ternyata mereka masih harus menempuh ujian lagi di buku selanjutnya. Yang sabar ya anak-anak… #tebarpukpuk


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...