Sabtu, 17 Juni 2017

[Book Review] Adulthood Is a Myth by Sarah Andersen

Adulthood Is a Myth Adulthood Is a Myth by Sarah Andersen
Publisher: Andrews McMeel Publishing (2016)
My rating: 4 of 5 stars
E-book, English edition, 109 pages

Blurb:
Are you a special snowflake? 

Do you enjoy networking to advance your career? 

Is adulthood an exciting new challenge for which you feel fully prepared? 

Ugh. Please go away.

This book is for the rest of us. These comics document the wasting of entire beautiful weekends on the internet, the unbearable agony of holding hands on the street with a gorgeous guy, dreaming all day of getting home and back into pajamas, and wondering when, exactly, this adulthood thing begins. In other words, the horrors and awkwardnesses of young modern life. 

Ulasan:
Ini bukan komik. Lebih seperti doodle art. Gambarnya sederhana. Pesan yang disampaikan juga simple dan straightforward. Tapi ngena banget dengan kehidupan sehari-hari dewasa muda. Terutama perempuan. Dan para introvert.

Beberapa gambar mungkin pernah di-share di sosial media sebagai selingan humor slapstick sehari-hari. Jadi ada rasa familiar ketika melihat gambarnya. Walaupun begitu ada juga cerita dan gambar yang belum pernah kulihat dan kubaca sebelumnya. Lumayan menghibur di saat sedang capek atau jenuh.

Rasanya seperti sedang melihat-lihat postingan humor di sosial media. Ringan, bisa cepat dibaca, dan bikin senyam-senyum sendiri. Terkadang juga bisa dapat momen: ‘eh, ini aku banget’, ‘ih, nggak gitu juga kali’, ‘haha, bisa aja’, dan sebagainya, tergantung kepribadian dan mood pembacanya.

Seperti yang kubilang tadi, tema ceritanya kebanyakan tentang introvert, jadi mungkin para introvert yang akan lebih banyak paham dengan ceritanya. Walaupun demikian, bukan berarti ekstrovert nggak bisa menikmatinya. Ceritanya nggak menyinggung siapa pun kok. Lebih seperti curhatan si penulis/artist-nya yang suka ‘making fun of herself’.

Tapi ada juga cerita yang bikin mikir sebentar karena bingung maksudnya apa. Bisa jadi karena perbedaan budaya antara aku dan penulis/artist-nya, sehingga aku harus mikir dulu. Tapi begitu udah ngerti, langsung ‘oalaah…’ dan jadi ngikik, deh. Hehehee…

Walaupun gambarnya lucu, ceritanya bukan tentang anak kecil. Tapi toh, kalau anak kecil baca juga nggak bakalan ngerti dengan cepat. Hahahaa…


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...