Sabtu, 01 Juli 2017

[Book Review] Size 12 and Ready to Rock by Meg Cabot

Size 12 and Ready to Rock Size 12 and Ready to Rock by Meg Cabot
Published: 2012
My rating: 3 of 5 stars
E-book, English edition, 384 pages

Blurb:
Summer break . . . and the livin' ain't easy!

Just because the students at New York College have flown the coop doesn't mean assistant residence hall director Heather Wells can relax. Fischer Hall is busier than ever, filled with squealing thirteen- and fourteen-year-old girls attending the first ever Tania Trace Teen Rock Camp, hosted by pop sensation Tania Trace herself—who just happens to be newly married to Heather's ex-boyfriend, heartthrob Jordan Cartwright. But the real headache begins when the producer of a reality TV show starring Tania winds up dead . . . and it's clear that the star was the intended victim.

Grant Cartwright, head of Cartwright Records, wants to keep his daughter-in-law (and his highest-earning performer) alive. So he hires his oldest son, black sheep of the family and private investigator Cooper Cartwright—who just happens to be Heather's new fiancÉ. Heather should leave the detecting to Cooper. But with a dorm full of hysterical mini-divas-in-training, she can't help but get involved. And after Tania shares a really shocking secret with her, this reality suddenly becomes more dangerously real than anyone ever anticipated.

Ulasan:
Sepertinya begitu membaca seri Heather Wells jadi nggak bisa berhenti. Meg Cabot bikin nagih! Kali ini liburan musim panas, jadi asrama Fischer Hall kosong karena para mahasiswa pergi liburan. Cartwright Records ingin membuat reality show tentang Rock Camp gadis penyanyi yang diketuai oleh Tania Trace, istri mantan pacar Heather. Dan lokasi pembuatan reality show itu adalah di Fischer Hall. Para gadis belia yang mengikuti camp harus menginap di asrama Fischer Hall untuk sementara.

Tapi waktu sementara itu sudah bikin Heather susah. Pertama, anak-anaknya susah diatur. Kedua, setelah ada kasus penembakan bodyguard Tania yang dikira peluru nyasar, produser acara reality show itu keracunan makanan dari fans Tania. Ketiga, diduga ada pembunuh berkeliaran di sekitar Fischer Hall yang mengincar Tania.

Masih segar dengan narasi Heather yang blak-blakan, buku ini memberikan cerita kehidupan Heather si mantan artis yang penuh warna-warni. Aku masih dibuat kagum dengan pemikiran Heather yang meloncat-loncat, atau lebih mungkin kemampuannya untuk multitasking yang luar biasa. Kalau belum terbiasa mungkin rasanya bingung, ini orang ngomong kok muter-muter. Hahahaa…

Adegan pembukaannya udah bikin ngakak. Gavin, si mahasiswa jurusan perfilman ini selalu punya ide aneh. Selain itu, walaupun bukunya berseri, dibaca terpisah atau tidak urut pun nggak masalah. Karena di bagian awal buku selalu ada penjelasan tentang kejadian yang di buku sebelumnya yang mungkin berkaitan dengan kejadian yang akan diceritakan dalam buku ini.

Alurnya lumayan cepat. Kasus kriminalnya nggak seekstrim buku-buku sebelumnya, tapi tetep aja ngasih kejutan yang mengerikan. Oiya, Heather juga punya boss baru. Sepertinya di tiap buku boss-nya selalu ganti, ya. Emang dikutuk kayaknya Fischer Hall ini. Ckckck…


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...