Kamis, 26 September 2013

Analisa Karakter: Norma Restarick "Gadis Ketiga"

Analisa Karakter: Norma Restarick "Gadis Ketiga"
Challenge & Giveaway Agatha Christie Read-a-Long
Periode I: Hercule Poirot
HobbyBuku's Mystery Stories

Gadis Ketiga | Third Girl (review)
Hercule Poirot
Agatha Christie

Nama: Norma Restarick
Muncul di: Gadis Ketiga - Agatha Christie (1966)
Usia: dua puluhan tahun
Deskripsi fisik:
Rambutnya panjang sampai ke bahu, tergerai tidak rapi dan tidak menentu warnanya. Matanya besar dan berwarna biru kehijauan, tanpa ekspresi. 

Are they protagonist or antagonist?
Dalam sekilas kesan, tidak jelas mau memasukkannya dalam protagonis atau antagonis. Ia menganggap dirinya gila, orang-orang di sekitarnya juga menganggap dirinya gila, tapi bisa jadi ia hanya berpura-pura gila. Siapa tahu? Tokoh satu ini memang membingungkan. 

Who are they? What was their role in the book? 
Ia adalah seorang gadis berusia dua puluhan. Ia muncul secara tiba-tiba di kediaman Hercule Poirot dan mengatakan bahwa ia mungkin telah melakukan pembunuhan. Keluarganya berantakan. Ayahnya pergi bersama wanita lain dan berpetualang di Afrika Selatan ketika ia berusia lima tahun. Ia tinggal bersama ibunya sampai ibunya meninggal karena sakit. Pamannya (kakak ayahnya) adalah seorang jutawan, memiliki perusahaan yang cukup sukses, namun ia juga meninggal. Ayahnya kembali untuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan pamannya itu. Ia membenci ibu tirinya yang baru saja dinikahi ayahnya setelah kembali ke Inggris. Ia telah bekerja sebagai penata ruangan dan tidak tinggal di kediaman orang tuanya. Ia tinggal di petak tinggal bersama dua gadis lain dan hanya kembali ke rumah setiap akhir pekan. Semuanya terlihat biasa sampai suatu ketika gadis itu merasa telah melakukan pembunuhan. Tak ada yang percaya padanya karena orang terdekatnya menganggapnya gila, dan dia juga menganggap dirinya gila. Karena itulah ia memutuskan untuk 'menghilang'. Perannya yang menonjol adalah ke-misteriusan-nya, apakah ia betul-betul gila atau pura-pura gila, dan apakah ia benar-benar melakukan pembunuhan atau hanya membuat sensasi?

What was your strongest impression on the character(s)?
Dari dialog ini aku langsung bisa membayangkannya. Pendek kata, ia adalah seorang galau-ers.
"Bagaimana rupanya?" (Mrs. Oliver)
Poirot termenung sejenak.
"Seperti Ophelia, tetapi tanpa daya tarik fisik."
"Wah," kata Mrs. Oliver. "Saya langsung dapat membayangkannya setelah Anda berkata demikian. Aneh ya!"
"Dia tidak kompeten," kata Poirot. "Begitulah kesan saya. Dia bukanlah orang yang dapat menghadapai kesulitan. Dia bukanlah salah satu dari mereka yang bisa melihat jauh sebelumnya bahaya yang akan menimpanya. Dia tipe yang akan dipilih orang sebagai korban."
Tapi, aku penasaran dengan Ophelia. Sebetulnya ada footnote tentang siapa Ophelia itu, tapi karena aku belum pernah membaca Hamlet, sulit untuk membayangkannya. Setelah searching, ternyata Ophelia adalah pacar Hamlet yang 'gila'. Ia bisa saja berpura-pura gila, atau hanya ingin dianggap gila, atau ternyata ia memang gila. Karakter yang bagi psikiater atau ahli jiwa pasti menarik. Tapi kesan Poirot tentang Norma di akhir cerita kemudian berubah:
"Hari ini dia lain," kata Mrs. Oliver perlahan. "Apakah Anda merasa? Amat lain. Tidak... tidak sinting lagi."
Poirot mengangguk.
"Bukan Ophelia -- tetapi Iphigenia."
Nah, karena itulah aku searching lagi tentang Iphigenia walaupun dalam footnote ada keterangannya. Tapi dari hasil searching, jadi lebih jelas gambarannya.

What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
Strengths? Yah, rasanya susah mengatakan kekuatan apa yang dimiliki gadis ini. Selain, mungkin ia anak orang kaya, dan jelas berlimpah kekayaan dari warisan ibunya yang telah meninggal. Hal ini menguntungkan bagi pemuda yang tertarik padanya, walaupun secara sekilas ia tidak menarik.
Weakness: banyak. Seperti yang dikatakan Poirot, ia  tidak mampu menghadapi kesulitan, mudah dipengaruhi, dan mudah percaya bujuk rayu. Ia juga tidak menarik secara fisik. Selain itu ia juga keras kepala dan betul-betul yakin ia gila.

What makes you love/hate them?
I don't really like this character. Bagaimana bisa ia tidak tahu apa yang ia lakukan? Ia gampang percaya orang lain yang mengatakan ia gila. Ia setuju dengan mereka dan menganggap ia sendiri gila. Pribadi yang ngambang. Memang ia masih muda (sebetulnya sih, seumuranku :P) tapi toh, paling tidak ia bisa berpikir untuk lebih percaya diri. Seharusnya jangan mau dibilang gila!

What lessons or influences you got from them?
Jangan mudah percaya orang lain. Milikilah prinsip yang dipegang teguh, jadi tidak mudah terpengaruh bujuk rayu atau pengaruh-pengaruh lain yang tidak baik, dan jadilah pribadi yang stabil.

Postingan ini dibuat dalam rangka mengikuti Challenge & Giveaway Agatha Christie Read-a-Long Periode I: Hercule Poirot yang diselenggarakan oleh HobbyBuku's Mystery Stories.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...